VoyForums
[ Show ]
Support VoyForums
[ Shrink ]
VoyForums Announcement: Programming and providing support for this service has been a labor of love since 1997. We are one of the few services online who values our users' privacy, and have never sold your information. We have even fought hard to defend your privacy in legal cases; however, we've done it with almost no financial support -- paying out of pocket to continue providing the service. Due to the issues imposed on us by advertisers, we also stopped hosting most ads on the forums many years ago. We hope you appreciate our efforts.

Show your support by donating any amount. (Note: We are still technically a for-profit company, so your contribution is not tax-deductible.) PayPal Acct: Feedback:

Donate to VoyForums (PayPal):

Login ] [ Contact Forum Admin ] [ Main index ] [ Post a new message ] [ Search | Check update time | Archives: 12[3]4 ]


[ Next Thread | Previous Thread | Next Message | Previous Message ]

Date Posted: 23:51:29 12/01/05 Thu
Author: itil
Subject: itil

Penyidik Polsek Densel akhirnya berhasil membongkar perilaku bejat Marthen Moma Dewa (35) terhadap Mawar -- bukan nama sebenarnya -- setelah bekerja maraton mengumpulkan bukti-bukti dan melakukan interogasi efektif. Tersangka tak bisa mengelak fakta-fakta yang disodorkan polisi, terutama keterangan sejumlah saksi. Marthen pun mengaku telah empat kali mensetubuhi anak tirinya, Mawar, yang baru berusia 10 tahun.

Kapolsek Densel AKP Gede Adhi Mulyawarman, S.IK. seizin Kapoltabes Denpasar menyatakan tersangka sempat membantah pengakuan korban di hadapan polisi. Penyidik juga curiga dengan sikap Marthen yang memberi keterangan berbelit-belit. Setelah diinterogasi dengan model persuasif, tersangka baru terus terang mengaku pernah memperkosa korban. ''Marthen mengaku hanya empat kali memperkosa Mawar. Tentu harus dicocokkan dengan keterangan korban,'' tegasnya, Rabu (25/5) kemarin.

Penyidik sudah memvisum korban di RS Sanglah. Kapolsek Gede Adhi mengawasi ketat kasus pemerkosaan yang menimpa bocah usia sekolah dasar itu, bahkan memerintahkan anggota dengan cepat membawa Marthen ke ruang sidang. Mawar pun dibawa ke petugas RPK (ruang pelayanan khusus) Poltabes untuk mendapat pemeriksaan lebih intensif. ''Ibu kandung korban juga menyinggung kasus lain yang melibatkan Marthen,'' ucapnya.

Tersangka boleh saja mengaku baru empat kali memperkosa korban. Toh begitu, keterangan polos Mawar tentu membongkar aib sang ayah tiri selama tiga tahun. Bocah hitam manis itu mengaku empat kali disetubuhi di kamar mandi, dan berkali-kali diperkosa di tempat tidur. ''Saya empat kali dipaksa di kamar mandi. Kalau di kamar malah sering,'' ucapnya lugu.

Korban yang didampingi sang ibu, Teodora K, di Mapolsek Densel tampak masih trauma melihat Marthen. Buktinya, dia berteriak ketakutan dan hendak lari manakala mendengar tersangka akan datang. ''Saya takut lihat ayah, nanti pasti disakiti,'' katanya seraya berlindung di punggung Teodora.

Istri tersangka, Teodora, juga membeber perilaku bejat Marthen selama 10 tahun berumah tangga. Salah satu kesaksian ibu korban yang mengejutkan, ternyata Marthen tak hanya memperkosa Mawar dan berlaku kasar terhadap anak-anaknya. ''Anak saya yang lain juga pernah diperkosa,'' kata Teodora.

Dia kawin dengan Marthen ketika Mawar berusia empat bulan. Saat memutuskan merantau ke Bali, wanita asal Sumba itu membawa dua putri masing-masing korban dan Nona (12) yang tak lain kakak kandung Mawar. Nona sebelum meninggal sempat mengadu telah diperkosa oleh ayah tirinya, namun Teodora tak bisa berbuat apa-apa. ''Setelah digituin, Nona sakit panas dan meninggal. Almarhumah dikubur di Mumbul,'' ucapnya.

Ditanya tanggung jawab Marthen sebagai kepala rumah tangga, Teodora menyatakan tersangka termasuk pria yang tak punya perasaan kasih sayang pada istri dan anak-anak. Selain sering menyakiti Mawar dan Nona secara fisik, tersangka suka marah dan membanting perabotan dapur. ''Padahal saya cari uang sendiri. Dia diam di rumah, tak pernah bertahan lama kerja di tempat orang,'' tandasnya seraya menyebutkan Marthen sejak sebulan lalu dipecat sebagai karyawan mebel Paris Bali gara-gara banyak masalah.

Wanita berambut lurus itu mengaku lebih nyaman setelah tersangka berada di sel kendati harus menanggung lima putra. Alasannya, Marthen tak hanya memaksa korban dan istri bekerja keras mencari nafkah, juga merusak masa depan Mawar dan membuat aib keluarga. ''Saya mau dia dihukum berat saja, lebih baik di sel daripada menyakiti anak-anak,'' tegasnya.
Penyidik Polsek Densel akhirnya berhasil membongkar perilaku bejat Marthen Moma Dewa (35) terhadap Mawar -- bukan nama sebenarnya -- setelah bekerja maraton mengumpulkan bukti-bukti dan melakukan interogasi efektif. Tersangka tak bisa mengelak fakta-fakta yang disodorkan polisi, terutama keterangan sejumlah saksi. Marthen pun mengaku telah empat kali mensetubuhi anak tirinya, Mawar, yang baru berusia 10 tahun.

Kapolsek Densel AKP Gede Adhi Mulyawarman, S.IK. seizin Kapoltabes Denpasar menyatakan tersangka sempat membantah pengakuan korban di hadapan polisi. Penyidik juga curiga dengan sikap Marthen yang memberi keterangan berbelit-belit. Setelah diinterogasi dengan model persuasif, tersangka baru terus terang mengaku pernah memperkosa korban. ''Marthen mengaku hanya empat kali memperkosa Mawar. Tentu harus dicocokkan dengan keterangan korban,'' tegasnya, Rabu (25/5) kemarin.

Penyidik sudah memvisum korban di RS Sanglah. Kapolsek Gede Adhi mengawasi ketat kasus pemerkosaan yang menimpa bocah usia sekolah dasar itu, bahkan memerintahkan anggota dengan cepat membawa Marthen ke ruang sidang. Mawar pun dibawa ke petugas RPK (ruang pelayanan khusus) Poltabes untuk mendapat pemeriksaan lebih intensif. ''Ibu kandung korban juga menyinggung kasus lain yang melibatkan Marthen,'' ucapnya.

Tersangka boleh saja mengaku baru empat kali memperkosa korban. Toh begitu, keterangan polos Mawar tentu membongkar aib sang ayah tiri selama tiga tahun. Bocah hitam manis itu mengaku empat kali disetubuhi di kamar mandi, dan berkali-kali diperkosa di tempat tidur. ''Saya empat kali dipaksa di kamar mandi. Kalau di kamar malah sering,'' ucapnya lugu.

Korban yang didampingi sang ibu, Teodora K, di Mapolsek Densel tampak masih trauma melihat Marthen. Buktinya, dia berteriak ketakutan dan hendak lari manakala mendengar tersangka akan datang. ''Saya takut lihat ayah, nanti pasti disakiti,'' katanya seraya berlindung di punggung Teodora.

Istri tersangka, Teodora, juga membeber perilaku bejat Marthen selama 10 tahun berumah tangga. Salah satu kesaksian ibu korban yang mengejutkan, ternyata Marthen tak hanya memperkosa Mawar dan berlaku kasar terhadap anak-anaknya. ''Anak saya yang lain juga pernah diperkosa,'' kata Teodora.

Dia kawin dengan Marthen ketika Mawar berusia empat bulan. Saat memutuskan merantau ke Bali, wanita asal Sumba itu membawa dua putri masing-masing korban dan Nona (12) yang tak lain kakak kandung Mawar. Nona sebelum meninggal sempat mengadu telah diperkosa oleh ayah tirinya, namun Teodora tak bisa berbuat apa-apa. ''Setelah digituin, Nona sakit panas dan meninggal. Almarhumah dikubur di Mumbul,'' ucapnya.

Ditanya tanggung jawab Marthen sebagai kepala rumah tangga, Teodora menyatakan tersangka termasuk pria yang tak punya perasaan kasih sayang pada istri dan anak-anak. Selain sering menyakiti Mawar dan Nona secara fisik, tersangka suka marah dan membanting perabotan dapur. ''Padahal saya cari uang sendiri. Dia diam di rumah, tak pernah bertahan lama kerja di tempat orang,'' tandasnya seraya menyebutkan Marthen sejak sebulan lalu dipecat sebagai karyawan mebel Paris Bali gara-gara banyak masalah.

Wanita berambut lurus itu mengaku lebih nyaman setelah tersangka berada di sel kendati harus menanggung lima putra. Alasannya, Marthen tak hanya memaksa korban dan istri bekerja keras mencari nafkah, juga merusak masa depan Mawar dan membuat aib keluarga. ''Saya mau dia dihukum berat saja, lebih baik di sel daripada menyakiti anak-anak,'' tegasnya.

[ Next Thread | Previous Thread | Next Message | Previous Message ]

[ Contact Forum Admin ]


Forum timezone: GMT-8
VF Version: 3.00b, ConfDB:
Before posting please read our privacy policy.
VoyForums(tm) is a Free Service from Voyager Info-Systems.
Copyright © 1998-2019 Voyager Info-Systems. All Rights Reserved.