Show your support by donating any amount. (Note: We are still technically a for-profit company, so your
contribution is not tax-deductible.)
PayPal Acct:
Feedback:
Donate to VoyForums (PayPal):
| Tuesday, May 05, 3:52:32 | [ Login ] [ Contact Forum Admin ] [ Main index ] [ Post a new message ] [ Search | Check update time | Archives: 1, 2, [3] ] |
| Subject: Mohon rendah hati dan mawas diri | |
|
Author: Prince |
[
Next Thread |
Previous Thread |
Next Message |
Previous Message
]
Date Posted: 17:41:34 10/24/05 Mon In reply to: MasE 's message, "Re: Belajar untuk rendah hati." on 23:54:51 10/23/05 Sun Hi.... >Tidak perlu saya baca tanggapan anda yang sepotong2 >dan mengarah pada debat kusir. Itu terserah anda... Biasanya memang orang yg sembarang menuduh dengan asumsi pribadi pada akhirnya kehabisan bahan argumentasi. Semua asumsi sepihak anda hanya didasarkan dari ucapan beberapa gelintir Taoyu dan anda secara sepihak menarik kesimpulan tentang DSM.... >Kalau sekedar membantah >saja apa nilainya? Tentu ada, bantahan itu adalah sanggahan thd asumsi pribadi anda. Dan jika anda mau sedikit rendah hati, mestinya anda instrospeksi diri dan merenungkan sanggahan tsb. >anda tidak bisa memberikan >argumentasi yang bersifat terintegrasi. Siapa bilang..... justru anda yg tidak bisa menunjukan bukti2 asumsi anda. Misalnya anda berasumsi kalau DSM anti Kitab Suci, tetapi tidak bisa menunjukkan buktinya. Argumentasi gue sangat jelas, tidak ada satu katapun larangan membaca Kitab Suci di buku panduan Siutao kami. >Betul2 jawaban tak bermutu typical murid DSM: hanya >sekedar untuk menyelamatkan muka yang sudah babak >belur! Nah... sekali lagi anda meledak emosinya... Wajah masih cakep gini dibilang babak belur... :p Cobalah belajar untuk sedikit rendah hati... Disini tampak jelas kalau emosi anda belum terkendali... Seorang yg Siutao akan tampak bukan dalam hal kemampuan (teori) filosofi saja, tetapi dalam perilakunya. Termasuk dalam pengendalian emosinya. >Maaf, saya tidak perlu membaca kesia-siaan tersebut >dan merasa tidak perlu berbaik hati menjelaskan >sesuatu apa lagi selanjutnya. Nah.. disinilah anda mulai tampak aslinya... Dengan bangga anda merasa telah mempelajari Kitab2 Tao. Tetapi ketika ditanya tentang konsep Yinyang anda muter2 dan mencari2 alasan untuk menghindar. Kenapa? Cobalah jujur terhadap diri sendiri, anda kesulitan dan tidak berani menjawabnya kan ? Jika anda mau sedikit rendah hati, mestinya anda sadar bahwa ketika anda kesulitan menjawab, maka dititik itulah tingkat pencapaian anda yg sebenarnya. Inilah cara kami instrospeksi diri... >Silakan buang semua >pengertian yg sudah saya berikan. (misal : silakan >buang pengertian ad hominem, dan saya tunggu anda >semua beramai2 menggunakan ad hominem dan caci maki >lagi). Nah.. disini tampak kalau anda mulai kehabisan bahan utnuk mengelak... Tampak juga kalau anda tidak rela memberikan sesuatu.. Berarti ketika anda 'memberikan' teori ad hominem niat anda tidak tulus. Seperti memberikan uang kepada orang dengan harapan tertentu. Dan ketika harapan tidak tercapai langsung kecewa dan minta uangnya dikembalikan. >Saya akan monitor terus perkembangan DSM. >Apabila saya temukan apa yg saya tuliskan sudah >merubah posisi pemikiran kalian, saya akan tertawa >terbahak2 "pencuri kebajikan" dalam arti sebenarnya. Wah... gue tidak sangka kalau anda masih bisa berkata seperti ini... gue kira anda beneran belajar spiritual... Tapi dari tulisan anda barusan tampak sekali ego anda sangat kuat... Terusterang gue jadi ragu apakah anda Taoist yg care terhadap Taoism. Ataukah justru ingin menjatuhkan kami yg sedang membantu melestarikan Taoism. Taoist sejati tidak pernah merasa 'punya jasa'. Memberikan sesuatu secara tulus.... Juga tidak pernah merasa 'puas diri'. Taois sejati juga tidak pernah memandang dirinya hebat dan tinggi.... Memangnya anda siapa ? (sorry, jangan ngambeg) Terakhir.... gue harap lan kali anda lebih hati2 dalam melontarkan pendapat/kata2.... Kata bagaikan anakpanah yg melesat dari busurnya. Empat ekor kudapun tak sanggup mengejarnya... Tahu kan siapa yg pertama kali ngomong begitu? Ini juga bukti kan kalau Taoyu juga baca Kitab, bahkan tidak terbatas hanya Kitab Tao... Eh...gue juga punya cerita nih..... Alkisah ada sebuah rumah yg dipakai beramai2..... Sayangnya para pemakai tidak bisa merawatnya.... Sehingga generasi berikutnya mulai tidak kerasan dan pindah rumah. Setelah bertahun2 rumah makin bobrok dan sudah mau ambruk.... Akhirnya ada seseorang yg berbaik hati mengajarkan cara merawat rumah tsb.... Mulailah rumah tsb ditata ulang dan direnovasi... Hari demi hari menjadi semakin ramai sehingga banyak pihak mulai 'melirik'. Banyak orang yg bersyukur dan sangat berterimakasih kpd orang yg mengajarkan cara merawat rumah tsb, mereka sangat menghormatinya... Tapi disisi lain.... Muncul orang2 yg tiba2 jadi sok hebat.... Berkomentar dan kasih celaan... Atapnya kurang pas, kursinya tidak bagus, lantainya kurang bersih..dst..dst.... Bahkan para tukangnyapun dicela... padahal sedikit banya dia punya jasa... Mungkin si pencela memang hebat... Mungkin si pencela memang pinter... Tetapi dimana mereka ketika rumah mau ambruk ? Tetapi... memang begitulah watak dasar manusia...... Semoga saja anda tidak termasuk kelompok ini.... Thx, Prince [ Next Thread | Previous Thread | Next Message | Previous Message ] |
| Subject | Author | Date |
| Re: Mohon rendah hati dan mawas diri | Donny | 17:51:15 10/24/05 Mon |
| Re: Mohon rendah hati dan mawas diri | Blade_eye | 16:45:30 10/25/05 Tue |
|
||