Dalam dunia programming, saat ingin membuat sebuah sofware/ program ada 2 kaidah yang mesti ada, Yaitu baik dan benar.
‘Benar’ ditinjau dari sintax, atau cara atau aturan penulisan program. Bila ada kesalahan penulisan, maka saat kompilasi akan muncul pesan kesalahan dari compiler. Bila kesalahan telah diperbaikai, barulah program bisa dijalankan.
Sedangkan ‘baik’ itu ditinjau dari beberapa hal. Misalnya dari sisi logika, kesalahan logika tidak akan terdeteksi oleh kompiler, tapi akan nampak saat program dijalankan dan ternyata output yang muncul tidak sebagaimana yang diharapkan. Sisi lain adalah efektifitas dan efisiensi. Pemilihan tipe data, alokasi variabel, dll. Sofware yang baik akan nyaman digunakan (user friendly), bisa jadi karena ‘ringan’ untuk dijalankan dan hanya butuh sedikit alokasi memory.
Begitulah analoginya, dalam kehidupan sehari2 idealnya kita tetep menjadikan konsep ‘baik & benar’ sebagai acuan dalam melakukan apapun. Karena seringkali kita ingin melakukan sesuatu niatnya sudah baik tapi pada pelaksanaanya tidak dengan cara yang benar, akan besar sekali peluang yang memicu masalah dibelakang hari. Dan yang lebih penting lagi adalah evaluasi, evaluasi dan evaluasi. Karena kita akan terus berhadapan dengan kondisi yang dinamis. Orang yang berbeda, kondisi yang berbeda, keadaan yang berbeda dll.
‘Baik’, itu sangat terpuji, tapi ‘merasa baik’ itu konyol sekali.
‘Benar’, itu sangat dianjurkan, tapi ‘merasa benar’ itu awal kehancuran.
Date Posted:10:41:41 10/13/04 Wed
Hmmm... gitu ya de?
Aku baru tahu klo ada program yg bs baca kesalahan syntax. soale aku nga pake sih :p hehehe...
Ya seandainya setiap orang punya program itu utk bisa melakukan analisa sebelum melaksanakan sesuatu, maka tidak akan ada orang yg merasa bersalah atau di salahkan.