[ Next Thread |
Previous Thread |
Next Message |
Previous Message
] Date Posted:17:05:38 09/18/04 Sat
Pernah punya masalah? kebanyakan dari kita pasti menjawab 'iya'. Ada orang bijak mengatakan apabila seseorang gak pernah punya masalah dalam hidupnya, berarti hidupnya gak serius. Gak ada yang salah dengan masalah apakah itu berat, wajar ataupun biasa dan justru harus kita lewati agar menjadi matang dan dewasa. Hal yang terpenting adalah bagaimana cara kita menyikapinya.
Ada banyak pilihan/cara dalam menghadapai suatu permasalahan diantaranya :
Ada yang memilih marah, ada yang nafsu makannya tambah besar, ada yang lebih suka memikirkan berlama-lama sampai menderita insomnia hingga berat badannya menurun sampai berbelas-belas kilo, dan ada juga dengan cara diam.
Fabian berpendapat kadangkala diam enak juga. Diam? ya diam, nggak menyenangkan memang, karena kita hanya menjadi penonton saat dunia di sekeliling kita sedang bergemuruh. Saat diam nyaris gak punya minat untuk melakukan apapun termasuk menyelesaikan permasalahan yang sedang dihadapi, soalnya kadang kala tak semua persoalan bisa dipecahkan. Adakalanya peran kita gak dibutuhkan untuk membereskan keadaan, makin kita coba mengatasinya, bisa jadi makin ruwet dan tidak selesai.
Diam meski jelas sangat berat, kadang merupakan suatu solusi, diam dalam banyak kasus adalah simbol perlawanan kemarahan kepada situasi yang seperti tidak memihak pada kita. Kediaman memang tidak menyelesaikan apa-apa. Persoalan yang kita hadapi tetap ada, tidak selesai karena diam saja. Tapi seringkali kediaman membuat seseorang bisa berpikir lebih jernih sambil mengumpulkan energi baru. Jika energi sudah terkumpul dan fokus terhadap persoalan yang dihadapi biasanya jauh lebih mudah menjalani masa yang paling sulit sekalipun.
Efektif atau tidak, diam bisa merupakan suatu jalan untuk mengatasi sebuah permasalahn, minimal dengan diam dapat dicegah terjadi kesalahan baru, sambil menenangkan diri dalam situasi yang tidak menyenangkan.
[
Next Thread |
Previous Thread |
Next Message |
Previous Message
]
satu kata yang indah. kata yang selalu saja diucapkan ibuku, takhenti diulang-ulangnya, bahkan mungkin seluruh pori-pori di tubuhnya sudah bosan akan kata itu. bukan lagi cuma sekadar hapal atau jenuh, bisa jadi kata itu sudah habis lumat digucek-gucek. Duh! kasian.....
ibu mengucapkannya hampir seratus kali sehari. mungkin lebih--entahlah, tergantung situasi. diucapkannya ketika adik-adik berantem berebut saluran teve. ketika adik ketigaku mencandai adik terkecil dengan merebut botol susunya. ketika aku ribut karena susu itu menumpahi tugasku. ketika ia menenangkan tangis adik terkecilku itu. ketika akhirnya si adik tertidur. ketika pengamen datang, menggenjreng dan menabuh tak karuan, sampai si adik terbangun dan menangis lagi. ibu pun menghardik, dan sia dik tambah nagis. dan ibu pun mendiamkan adik, berkata "diam" perlahan pada dirinya sendiri, juga pada bayi dalam kandungannya yang tegang terpengaruh semua kejadian ini.
Diam.
kata yang sederhana, ya?
lihat pengaruhnya, bahkan hanya pada lingkungan separuh keluarga.
Date Posted:23:59:00 09/18/04 Sat
Diam seribu bahasa.
Pengalamanku dengan diam.
Hal yg sangat biasa aku lakukan setiap hari.
Berdiam sejenak,menunduk dan mengucapkan doa dalam hati.
Hal yg sangat biasa aku lakukan jika ada masalah yg datang.
Di pikirkan dengan tenang walau sebenarnya udah hampir penuh dada ini dengan segala macam pertanyaan dan sesak karena nga bisa mengucapkan satu katapun karena blom ketemu jawabannya.
Hal yg sangat biasa aku lakukan jika ibuku marah2.
Biarlah dia berbicara mengeluarkan emosinya dengan cara seperti itu. Biarlah dia mengeluarkan segala kekesalan yg ia pendam selama ini. Dengan begitu dia jadi lebih lega.
Hal yg sangat biasa aku lakukan jika aku mengagumi sesuatu.
Amati dengan sangat baik. "KLIK" masuk ke sel2 kelabu untuk di simpan dan di buka setiap saat.
Date Posted:01:52:31 09/19/04 Sun
Truss kalo semua pada diem sapa yang ngomong dong? Hiks..hiks.. Hayo pada ngomong! Forum bisa sepi kalo isinya orang-orang pendiem!
Fabian : pendiem (hehehe...moso sech pale?)
Rechta : pendiem (lha entar kita ga bisa tuker cerita donk lech? hiks..hiks..)
Ice : pendiem (khusus pada saat maem n tidur. hihihi...)
Axel : pendiem...bener..pendieeeem bener. Hihihi...
Date Posted:18:02:37 09/21/04 Tue
Orang bilang, diam itu emas.
Trus apa bicara itu menjadi lebih tidak berharga?
Tentu saja semua ada tempatnya, liat situasi dan kondisi. Kapan perlu diam, dan kapan harus bicara.
Saat orang lain bicara, kita diam mendengar. maka diam menjadi emas.
Saat orang perlu penjelasan, kita harus bicara. maka bicara adalah emas.
Komunikasi juga gak mesti dengan bicara khan..?
Ada komunikasi yang tak terwakili dengan kata-kata.
Dengan tatap mata ada berjuta hal yang bisa disampaikan.
Tatapan kasih, tatapan, benci, tatapan amarah.
Tubuh juga punya bahasa.
Mulut bisa diam, tapi tubuh mengungkapkan semua bahasanya.
Date Posted:15:23:00 12/13/07 Thu
>Orang bilang, diam itu emas.
>Trus apa bicara itu menjadi lebih tidak berharga?
>
>Tentu saja semua ada tempatnya, liat situasi dan
>kondisi. Kapan perlu diam, dan kapan harus bicara.
>Saat orang lain bicara, kita diam mendengar. maka diam
>menjadi emas.
>Saat orang perlu penjelasan, kita harus bicara. maka
>bicara adalah emas.
>
>Komunikasi juga gak mesti dengan bicara khan..?
>Ada komunikasi yang tak terwakili dengan kata-kata.
>Dengan tatap mata ada berjuta hal yang bisa
>disampaikan.
>Tatapan kasih, tatapan, benci, tatapan amarah.
>Tubuh juga punya bahasa.
>Mulut bisa diam, tapi tubuh mengungkapkan semua
>bahasanya.
>
>Love-azmi.