VoyForums

VoyUser Login optional ] [ Contact Forum Admin ] [ Main index ] [ Post a new message ] [ Search | Check update time | Archives: 1[2]345678910 ]
Subject: Homoseksual dan Umat Islam.....Republika, Kamis 30 Juni 2005


Author:
DAnan
[ Next Thread | Previous Thread | Next Message | Previous Message ]
Date Posted: 11:12:25 07/01/05 Fri

============================================================
Speechless gue pas habis baca opini ini....kagak ngerti dah kenapa masih ada orang yang mikir begene...dia make argumen2 akademis...well, gue mang belom mampu berdebat secara akademisi...tapi tetep aja gue bakal berjuang buat keyakinan gue!!!

mana ini koran yang jadi langganan orang rumah...waks!! bokap nyokap pasti dah baca duluan....hahahaha!!!! tambah mampus dah gue....:P

===========================================================

Homoseksual dan Umat Islam

Oleh :


Adian Husaini
Kandidat Doktor di ISTAC-IIUM Kuala Lumpur

Masalah homoseksual dan lesbian di Indonesia kini memasuki babak-babak yang semakin menentukan. Sebagai sebuah negeri Muslim terbesar, Indonesia menjadi ajang pertaruhan penting perguliran kasus ini. Anehnya, hampir tidak ada organisasi dan tokoh umat yang serius menanggapi masalah ini. Padahal, ibarat penyakit, masalahnya sudah semakin kronis, karena belum mendapatkan terapi yang serius.

Ahad (26/6), Front Pembela Islam (FPI) memprotes penyelenggaraan Miss Waria Indonesia, di Gedung Sarinah. Namun, protes FPI tidak digubris. Kontes itu tetap jalan. Ini merupakan kontes yang kedua. Pemenang kontes Miss Waria tahun lalu, Meggie Megawatie (bernama asli Totok Sugiarto), berhasil masuk dalam jajaran 10 besar dalam kontes waria se-dunia di Thailand. Menurut laporan Jawa Pos (25/6/2005), kali ini, Gubernur Sutiyoso menyumbang Rp 100 juta untuk penyelenggaraan kontes waria.

Kodrat?
Persoalan homoseks bukanlah persoalan kodrat manusia. Tapi, menyangkut masalah orientasi dan praktik seksual sesama jenis. Kodrat bahwa seorang berpotensi sebagai homo atau lesbi adalah anugerah dan ujian Tuhan. Tetapi, penyaluran seksual sesama jenis merupakan dosa yang dikecam keras dalam ajaran agama. Belum lama ini (8/6/2005), Paus Benediktus XVI menegaskan, bahwa Gereja Katolik melarang pernikahan sesama jenis dan menentang aborsi. Sikap ini disampaikan menjelang referendum di Italia soal reproduksi dan inseminasi buatan. Meskipun banyak pastor yang terjerat skandal homoseksual, Paus tetap bersikap tegas terhadap masalah homoseksual.

Pada 18 Juni lalu, lebih dari 500.000 umat Katolik berkampanye didukung sekitar 20 uskup senior untuk menentang hukum baru di Spanyol yang mengesahkan perkawinan sesama jenis. Meskipun mayoritas Katolik, Spanyol kini merupakan negara kedua yang melegalkan pasangan homoseksual – setelah Belanda dan Belgia. Mayoritas kaum Katolik di Spanyol tampaknya tidak menggubris larangan Paus. Kaum Kristen di Barat pada umumnya, memang sudah lama menghadapi dilema dan masalah berat dalam soal homoseksual. Prinsip sekular-liberal yang diimani sebagai pedoman dan pandangan hidup mereka, telah merelatifkan dan meliberalkan nilai-nilai moral. Maka, praktik homoseksual yang dikutuk oleh Bibel dan para tokoh Gereja sejak dulu, kini semakin merajalela.

Di kalangan Yahudi, praktik homoseksual juga semakin menggejala dan menggurita. Tahun lalu, di Israel, dalam satu acara perkumpulan yang digalang oleh kelompok homoseksual/lesbian (Agudah), tokoh Partai Likud pun ikut mendukung agenda kaum homoseks itu. Bat-Sheva Shtauchler, tokoh Likud, menyatakan ''We will support everything. Who said the Likud doesn't cooperate with the community?'' Biasanya, Likud termasuk yang menentang keras praktik homoseksual, karena dalam Bible memang disebutkan, pelaku homoseksual harus dihukum mati. Dalam Kitab Imamat (Leviticus) 20:13, disebutkan bila seorang laki-laki tidur dengan laki-laki secara orang bersetubuh dengan perempuan, jadi keduanya melakukan suatu kekejian, pastilah mereka dihukum mati dan darah mereka tertimpa kepada mereka sendiri.

Dalam Islam, hingga kini, praktik homoseksual tetapdipandang sebagai tindakan bejat. Di dalam Ensiklopedi Hukum Islam disebutkan bahwa praktik homoseks merupakan satu dosa besar dan sanksinya sangat berat. Rasulullah SAW bersabda, ''Siapa saja yang menemukan pria pelaku homoseks, maka bunuhlah pelakunya tersebut.'' (HR Abu Dawud, at-Tirmizi, an-Nasai, Ibnu Majah, al-Hakim, dan al-Baihaki). Imam Syafii berpendapat, bahwa pelaku homoseksual harus dirajam (dilempari batu sampai mati) tanpa membedakan apakah pelakunya masih bujangan atau sudah menikah.

Untuk pelaku praktik lesbi (wanita dengan wanita), diberikan ganjaran hukuman kurungan dalam rumah sampai mereka menemui ajalnya. (QS 4:15). Para fuqaha membedakan hukuman antara pelaku homoseksual (sesama laki-laki) dengan lesbian (sesama wanita). Pelaku lesbi tidak dihukum mati. Dalam kitab Fathul Mu'in, kitab fikih yang dikaji di pesantren-pesantren Indonesia, dikatakan, bahwa pelaku lesbi (musaahaqah) diberi sanksi sesuai dengan keputusan penguasa (ta'zir). Bisa jadi, penguasa atau hakim membedakan jenis hukuman antara pelaku lesbi yang terpaksa dengan yang profesional. Apalagi, untuk para promotor lesbi. Apapun, hingga kini, praktik homoseksual dan lesbian tetap dipandang sebagai praktik kejahatan kriminal, dan tidak patut dipromosikan apalagi dilegalkan.

Ajaib
Menyimak posisi ajaran Islam dan Kristen yang tegas terhadap masalah homoseksual, harusnya berbagai pihak tidak memberi kesempatan untuk mempromosikanya. Karena itu, adalah ajaib, jika saat ini, begitu banyak media massa yang membuat opini seolah-olah homoseksual adalah suatu tindakan mulia (amal salih) yang perlu diterima oleh masyarakat. Promosi dan kampanye besar-besaran legalisasi homoseksual ini berusaha menggiring opini masyarakat untuk menerima praktik homoseksual.

Pada Senin, 13 Juni 2005, pukul 08.30 WIB, dalam acara Good Morning di Trans TV melakukan kampanye legalisasi perkawinan sesama jenis. Ketika itu ditampilkan sosok wanita lesbi bernama Agustin, yang mengaku sudah 13 tahun hidup bersama pasangannya yang juga seorang wanita. Agustin, yang mengaku menyukai sesama wanita sejak umur 12 tahun, ditampilkan sebagai sosok yang tertindas, diusir oleh keluarganya, pindah dari satu pekerjaan ke pekerjaan lain, gara-gara dirinya seorang lesbi. Kini ia bekerja di LSM Koalisi Perempuan Indonesia. Ketika ditanya, mengapa dia berani membuka dirinya, sebagai seorang lesbi, Agustin menyatakan, bahwa dia sudah capek berbohong. Dia ingin jujur dan mengimbau masyarakat bisa memahami dan menerimanya.

Praktik hubungan seksual dan perkawinan sesama jenis, katanya, adalah sesuatu yang baik. Seorang psikolog yang juga seorang wanita (tidak dijelaskan apakah dia lesbi atau tidak) juga menjelaskan bahwa homoseksual dan lesbian bukan praktik yang abnormal, tetapi merupakan orientasi dan praktik seksual yang normal.

Acara Trans TV itu tentu saja perlu diberi perhatian serius oleh kaum Muslimin. Sebab, ini merupakan kampanye dan promosi perkawinan sesama jenis yang bersifat massal dan terbuka. Selama ini, banyak TV yang menayangkan acara baik sinetron, komedi, film yang secara terselubung berisi kampanye dukungan buat kaum homo. Hanya saja, biasanya tidak sampai kepada bentuk dukungan terhadap perkawinan sesama jenis.

Kasus leluasanya kampanye besar-besaran legalisasi homoseksual dan dukungan (pendiaman) terhadap kontes Miss Waria bisa dilihat sebagai satu gejala mulai lumpuhnya peran nahi-munkar organisasi dan tokoh-tokoh Islam di Indonesia. Mungkin banyak tokoh sedang sibuk ngurus ''yang lain'' atau sedang mengalami kegagapan menghadapi arus globalisasi dan hegemoni media televisi yang saat ini menjadi penguasa moral dan penentu nilai-nilai moral baru di tengah masyarakat. Salah satu dampak globalisasi adalah lahirnya sikap ketidakberdayaan (powerless) yang gagap dan gamang dalam menyikapi kedigdayaan media informasi seperti TV.

Penjungkirbalikan nilai-nilai haq dan bathil merupakan masalah paling serius yang dihadapi kaum Muslim saat ini. Harusnya, organisasi Islam besar NU, Muhammadiyah, MUI, Al-Irsyad, DDII, PKS, PPP, dan sebagainya memahami, bahwa masalah pencegahan kemunkaran dalam bentuk perzinahan atau homoseksual adalah persoalan besar dan serius, yang tidak kalah seriusnya dibandingkan masalah korupsi uang. Para tokoh organisasi itu pasti paham, beratnya sanksi perzinahan dalam Islam. Urusan menghentikan kemunkaran bukanlah hanya tugas FPI atau KISDI semata. Kita berharap, kemenangan partai Islam di wilayah terentu berbanding lurus dengan pengurangan tindakan kemunkaran di wilayah itu. Jangan sampai politiknya menang, tapi kemunkaran malah berkembang, yang mendekatkan masyarakat pada turunnya azab Allah SWT.

Mengikuti jejak kalangan Kristen, di kalangan Islam, bahkan di lingkungan pendidikan tinggi Islam, juga sudah muncul suara yang mendukung perkawinan sejenis. Tahun 2004, Jurnal Justisia terbitan Fakultas Syariah IAIN Walisongo Semarang, menulis cover story dengan judul ''Indahnya Kawin Sesama Jenis''. Dikatakan di Jurnal ini, bahwa hanya orang primitif saja yang yang melihat perkwinan sejenis sebagai sesuatu yang abnormal dan berbahaya.

Kini, dalam soal homoseksual, manusia seperti memutar jarum sejarah: menganggap enteng, memberikan legitimasi, dan ujungnya adalah azab Allah. Dan Rasulullah SAW mengingatkan: ''Tidaklah (sebagian) dari suatu kaum yang berbuat maksiat, dan di kalangan mereka ada orang yang mampu mencegahnya atas mereka, lalu dia tidak berbuat, melainkan hampir-hampir Allah meratakan dengan azab dari sisi-Nya.'' (HR Abu Dawud, at-Turmudzi, dan Ibnu Majah).

[ Next Thread | Previous Thread | Next Message | Previous Message ]

Replies:
[> Subject: BUKAN MAUKU


Author:
chatty
[Edit]

Date Posted: 15:17:25 07/06/05 Wed

>=======================================================

>bukan mauku suka dengan bibirnya
bukan mauku suka dengan melihat dia,dengan rambut lurusnya
bukan mauku suka dengan buah dadanya
bukan mauku ingin selalu dekat dengannya

aku tak dapat menyalahkan siapa2
aku tak dapat cerita kepada siapa2
aku tak bisa mengadu kepada siapa2
mengapa aku menjadi seorang les

aku juga ga perlu pengakuan apa2
karena aku ga butuh apa2........

ri,
aku sih ga pernah risau dengan orang mau omong apa tentang keadaan kita(maksudku kita semua lho),karena ini masalah perasaan,masalah hati,masalah rasa,masalah jiwa.
jadi jalanin aja semuanya sperti air mengalir.......
regards,

chatty




>=======================================================
>====
>
>Homoseksual dan Umat Islam
>
>Oleh :
>
>
>Adian Husaini
>Kandidat Doktor di ISTAC-IIUM Kuala Lumpur
>
>Masalah homoseksual dan lesbian di Indonesia kini
>memasuki babak-babak yang semakin menentukan. Sebagai
>sebuah negeri Muslim terbesar, Indonesia menjadi ajang
>pertaruhan penting perguliran kasus ini. Anehnya,
>hampir tidak ada organisasi dan tokoh umat yang serius
>menanggapi masalah ini. Padahal, ibarat penyakit,
>masalahnya sudah semakin kronis, karena belum
>mendapatkan terapi yang serius.
>
>Ahad (26/6), Front Pembela Islam (FPI) memprotes
>penyelenggaraan Miss Waria Indonesia, di Gedung
>Sarinah. Namun, protes FPI tidak digubris. Kontes itu
>tetap jalan. Ini merupakan kontes yang kedua. Pemenang
>kontes Miss Waria tahun lalu, Meggie Megawatie
>(bernama asli Totok Sugiarto), berhasil masuk dalam
>jajaran 10 besar dalam kontes waria se-dunia di
>Thailand. Menurut laporan Jawa Pos (25/6/2005), kali
>ini, Gubernur Sutiyoso menyumbang Rp 100 juta untuk
>penyelenggaraan kontes waria.
>
>Kodrat?
>Persoalan homoseks bukanlah persoalan kodrat manusia.
>Tapi, menyangkut masalah orientasi dan praktik seksual
>sesama jenis. Kodrat bahwa seorang berpotensi sebagai
>homo atau lesbi adalah anugerah dan ujian Tuhan.
>Tetapi, penyaluran seksual sesama jenis merupakan dosa
>yang dikecam keras dalam ajaran agama. Belum lama ini
>(8/6/2005), Paus Benediktus XVI menegaskan, bahwa
>Gereja Katolik melarang pernikahan sesama jenis dan
>menentang aborsi. Sikap ini disampaikan menjelang
>referendum di Italia soal reproduksi dan inseminasi
>buatan. Meskipun banyak pastor yang terjerat skandal
>homoseksual, Paus tetap bersikap tegas terhadap
>masalah homoseksual.
>
>Pada 18 Juni lalu, lebih dari 500.000 umat Katolik
>berkampanye didukung sekitar 20 uskup senior untuk
>menentang hukum baru di Spanyol yang mengesahkan
>perkawinan sesama jenis. Meskipun mayoritas Katolik,
>Spanyol kini merupakan negara kedua yang melegalkan
>pasangan homoseksual – setelah Belanda dan Belgia.
>Mayoritas kaum Katolik di Spanyol tampaknya tidak
>menggubris larangan Paus. Kaum Kristen di Barat pada
>umumnya, memang sudah lama menghadapi dilema dan
>masalah berat dalam soal homoseksual. Prinsip
>sekular-liberal yang diimani sebagai pedoman dan
>pandangan hidup mereka, telah merelatifkan dan
>meliberalkan nilai-nilai moral. Maka, praktik
>homoseksual yang dikutuk oleh Bibel dan para tokoh
>Gereja sejak dulu, kini semakin merajalela.
>
>Di kalangan Yahudi, praktik homoseksual juga semakin
>menggejala dan menggurita. Tahun lalu, di Israel,
>dalam satu acara perkumpulan yang digalang oleh
>kelompok homoseksual/lesbian (Agudah), tokoh Partai
>Likud pun ikut mendukung agenda kaum homoseks itu.
>Bat-Sheva Shtauchler, tokoh Likud, menyatakan ''We
>will support everything. Who said the Likud doesn't
>cooperate with the community?'' Biasanya, Likud
>termasuk yang menentang keras praktik homoseksual,
>karena dalam Bible memang disebutkan, pelaku
>homoseksual harus dihukum mati. Dalam Kitab Imamat
>(Leviticus) 20:13, disebutkan bila seorang laki-laki
>tidur dengan laki-laki secara orang bersetubuh dengan
>perempuan, jadi keduanya melakukan suatu kekejian,
>pastilah mereka dihukum mati dan darah mereka tertimpa
>kepada mereka sendiri.
>
>Dalam Islam, hingga kini, praktik homoseksual
>tetapdipandang sebagai tindakan bejat. Di dalam
>Ensiklopedi Hukum Islam disebutkan bahwa praktik
>homoseks merupakan satu dosa besar dan sanksinya
>sangat berat. Rasulullah SAW bersabda, ''Siapa saja
>yang menemukan pria pelaku homoseks, maka bunuhlah
>pelakunya tersebut.'' (HR Abu Dawud, at-Tirmizi,
>an-Nasai, Ibnu Majah, al-Hakim, dan al-Baihaki). Imam
>Syafii berpendapat, bahwa pelaku homoseksual harus
>dirajam (dilempari batu sampai mati) tanpa membedakan
>apakah pelakunya masih bujangan atau sudah menikah.
>
>Untuk pelaku praktik lesbi (wanita dengan wanita),
>diberikan ganjaran hukuman kurungan dalam rumah sampai
>mereka menemui ajalnya. (QS 4:15). Para fuqaha
>membedakan hukuman antara pelaku homoseksual (sesama
>laki-laki) dengan lesbian (sesama wanita). Pelaku
>lesbi tidak dihukum mati. Dalam kitab Fathul Mu'in,
>kitab fikih yang dikaji di pesantren-pesantren
>Indonesia, dikatakan, bahwa pelaku lesbi (musaahaqah)
>diberi sanksi sesuai dengan keputusan penguasa
>(ta'zir). Bisa jadi, penguasa atau hakim membedakan
>jenis hukuman antara pelaku lesbi yang terpaksa dengan
>yang profesional. Apalagi, untuk para promotor lesbi.
>Apapun, hingga kini, praktik homoseksual dan lesbian
>tetap dipandang sebagai praktik kejahatan kriminal,
>dan tidak patut dipromosikan apalagi dilegalkan.
>
>Ajaib
>Menyimak posisi ajaran Islam dan Kristen yang tegas
>terhadap masalah homoseksual, harusnya berbagai pihak
>tidak memberi kesempatan untuk mempromosikanya. Karena
>itu, adalah ajaib, jika saat ini, begitu banyak media
>massa yang membuat opini seolah-olah homoseksual
>adalah suatu tindakan mulia (amal salih) yang perlu
>diterima oleh masyarakat. Promosi dan kampanye
>besar-besaran legalisasi homoseksual ini berusaha
>menggiring opini masyarakat untuk menerima praktik
>homoseksual.
>
>Pada Senin, 13 Juni 2005, pukul 08.30 WIB, dalam acara
>Good Morning di Trans TV melakukan kampanye legalisasi
>perkawinan sesama jenis. Ketika itu ditampilkan sosok
>wanita lesbi bernama Agustin, yang mengaku sudah 13
>tahun hidup bersama pasangannya yang juga seorang
>wanita. Agustin, yang mengaku menyukai sesama wanita
>sejak umur 12 tahun, ditampilkan sebagai sosok yang
>tertindas, diusir oleh keluarganya, pindah dari satu
>pekerjaan ke pekerjaan lain, gara-gara dirinya seorang
>lesbi. Kini ia bekerja di LSM Koalisi Perempuan
>Indonesia. Ketika ditanya, mengapa dia berani membuka
>dirinya, sebagai seorang lesbi, Agustin menyatakan,
>bahwa dia sudah capek berbohong. Dia ingin jujur dan
>mengimbau masyarakat bisa memahami dan menerimanya.
>
>Praktik hubungan seksual dan perkawinan sesama jenis,
>katanya, adalah sesuatu yang baik. Seorang psikolog
>yang juga seorang wanita (tidak dijelaskan apakah dia
>lesbi atau tidak) juga menjelaskan bahwa homoseksual
>dan lesbian bukan praktik yang abnormal, tetapi
>merupakan orientasi dan praktik seksual yang normal.
>
>Acara Trans TV itu tentu saja perlu diberi perhatian
>serius oleh kaum Muslimin. Sebab, ini merupakan
>kampanye dan promosi perkawinan sesama jenis yang
>bersifat massal dan terbuka. Selama ini, banyak TV
>yang menayangkan acara baik sinetron, komedi, film
>yang secara terselubung berisi kampanye dukungan buat
>kaum homo. Hanya saja, biasanya tidak sampai kepada
>bentuk dukungan terhadap perkawinan sesama jenis.
>
>Kasus leluasanya kampanye besar-besaran legalisasi
>homoseksual dan dukungan (pendiaman) terhadap kontes
>Miss Waria bisa dilihat sebagai satu gejala mulai
>lumpuhnya peran nahi-munkar organisasi dan tokoh-tokoh
>Islam di Indonesia. Mungkin banyak tokoh sedang sibuk
>ngurus ''yang lain'' atau sedang mengalami kegagapan
>menghadapi arus globalisasi dan hegemoni media
>televisi yang saat ini menjadi penguasa moral dan
>penentu nilai-nilai moral baru di tengah masyarakat.
>Salah satu dampak globalisasi adalah lahirnya sikap
>ketidakberdayaan (powerless) yang gagap dan gamang
>dalam menyikapi kedigdayaan media informasi seperti TV.
>
>Penjungkirbalikan nilai-nilai haq dan bathil merupakan
>masalah paling serius yang dihadapi kaum Muslim saat
>ini. Harusnya, organisasi Islam besar NU,
>Muhammadiyah, MUI, Al-Irsyad, DDII, PKS, PPP, dan
>sebagainya memahami, bahwa masalah pencegahan
>kemunkaran dalam bentuk perzinahan atau homoseksual
>adalah persoalan besar dan serius, yang tidak kalah
>seriusnya dibandingkan masalah korupsi uang. Para
>tokoh organisasi itu pasti paham, beratnya sanksi
>perzinahan dalam Islam. Urusan menghentikan kemunkaran
>bukanlah hanya tugas FPI atau KISDI semata. Kita
>berharap, kemenangan partai Islam di wilayah terentu
>berbanding lurus dengan pengurangan tindakan
>kemunkaran di wilayah itu. Jangan sampai politiknya
>menang, tapi kemunkaran malah berkembang, yang
>mendekatkan masyarakat pada turunnya azab Allah SWT.
>
>Mengikuti jejak kalangan Kristen, di kalangan Islam,
>bahkan di lingkungan pendidikan tinggi Islam, juga
>sudah muncul suara yang mendukung perkawinan sejenis.
>Tahun 2004, Jurnal Justisia terbitan Fakultas Syariah
>IAIN Walisongo Semarang, menulis cover story dengan
>judul ''Indahnya Kawin Sesama Jenis''. Dikatakan di
>Jurnal ini, bahwa hanya orang primitif saja yang yang
>melihat perkwinan sejenis sebagai sesuatu yang
>abnormal dan berbahaya.
>
>Kini, dalam soal homoseksual, manusia seperti memutar
>jarum sejarah: menganggap enteng, memberikan
>legitimasi, dan ujungnya adalah azab Allah. Dan
>Rasulullah SAW mengingatkan: ''Tidaklah (sebagian)
>dari suatu kaum yang berbuat maksiat, dan di kalangan
>mereka ada orang yang mampu mencegahnya atas mereka,
>lalu dia tidak berbuat, melainkan hampir-hampir Allah
>meratakan dengan azab dari sisi-Nya.'' (HR Abu Dawud,
>at-Turmudzi, dan Ibnu Majah).

[ Post a Reply to This Message ]
[> [> Subject: Re: BUKAN MAUKU


Author:
lagi sakit
[Edit]

Date Posted: 15:57:18 09/24/07 Mon

btw, gw jadi sadar kalo gw sakit..

an*ing jantan aja kagak mau ama an*ing jantan.. mustinya manusia jangan melebihi an*ing.. kan??

kelinci betina juga kagak mau sama kelinci betina..

ya kan?? so.. let's SADAR kalau kita tu manusia yang diciptakan sebagai makhluk yang paling tinggi levelnya..
sifat, akhlak, nurani, hati kita tu begitu mulia..
so SADAR aja.. kita musti berubah dengan kesadaran..
kita udah ketipu mentah2 ma kebohongan kalo kita kagak sakit..

So.. SADAR aja.. gw bisa lari dari keadaan gw dulu..
so kamu2 juga pasti bisa..
aku sayang kamu..

[ Post a Reply to This Message ]
[> Subject: hm ... mereka jual, kita beli ... PERANG BROTHER!!!! walo aku ndak suka perang, mauku sih PEACE!!


Author:
beruang item
[Edit]

Date Posted: 08:55:09 07/10/05 Sun

emang semua sedang bergerak lewat semua media yang mau menerima keberadaan kita.
adanya ruu yang sedang dibahas di dpr pusat, yg menyatakan kita ini kriminal, bener2 membuat hidup ndak tenang. dahulu, kita ndak 'keluar' seperti ini, karena kita ndak terusik. tapi kalo diusik yah kita lawan tho, cacing aja diinjak masih berusaha berontak, kawan2 aktivis dah sepakat lawan PKS, PAN, PBB, dan GOLKAR yang ngotot LGBT itu tindakan kriminal.
hm setengahnya aku juga bersyukur, kalo diusik dikit2 karena banyak kawan2 mulai brani jujur pada diri sendiri, keluarga, masyarakat, dan Tuhan, bahwa apa yang kita rasakan ini 'ada' bukan sekedar angin lalu dan kita berHAK memiliki kehidupan juga, seperti halnya orang2 lain dan TERPENTING dari semuanya itu adalah kawan2 bisa BERSATU, BERJUANG, dan BERGERAK bersama untuk pengakuan HAK HIDUP!!!

sekali lagi, mohon dengan sangat bantuan doa, kalo belum bisa ikut bergerak dari materi/pikiran/tenaga di seluruh lini untuk mencari dukungan masyarakat mengenai keberadaan kita ini.

salam perjuangan dari jogja
tata

[ Post a Reply to This Message ]
[> [> Subject: ojo perang tooo......


Author:
Fabian
[Edit]

Date Posted: 07:22:56 07/24/05 Sun

wis damai-damai aja too... ayo jabat tangan (hehehehe....gak nyambung yo) ayo2 jabat tangan...

[ Post a Reply to This Message ]
[> [> [> Subject: bukan maunya kita semua kawan ...


Author:
beruang item
[Edit]

Date Posted: 18:24:11 08/04/05 Thu

andai mereka mau diajak berjabat tangan dengan erat .. andai saja ...
mereka jual kita beli ... karena kalo ndak gitu kita digilas habis ... anda mau? saya tidak, saya sama sekali tidak terima digilas begitu saja.

tata dalam diam ...

[ Post a Reply to This Message ]
[> [> Subject: Re: hm ... mereka jual, kita beli ... PERANG BROTHER!!!!


Author:
Daddy
[Edit]

Date Posted: 09:16:42 11/23/07 Fri

Hei Tata,
Jangan khawatirkan orang-2 itu. Mereka itu tidak ada apa2nya di hadapan gay movement sedunia. Khawatirkanlah Tuhan saja, yang ada di balik mereka semua. Cacing masih lebih beruntung dari manusia, karena meski tidak bermata, kecil, hidup dalm tanah, dan makan tanah, ia tidak akan diadili di akherat seperti manusia. Kalian ini rewel betul, dibilang sakit gak mau, dosa gak mau, kriminal juga gak mau. Padahal penelitian sandfort th 2001 sudah bilang kalo HS berkaitan dgn gangguan jiwa, quran dan bibel juga bilang kalo perilakumu itu dosa, tapi kalian bantah itu semua, padahal bukti hitam di atas putih sudah jelas.
Oke gak usah bilang bukti tertulis. Secara logika, anak kecil aja tidak akan nancepin steker di steker, pasti ke stopkontak. Demikian pula Tuhan menciptakan penis pasti untuk ditancapkan ke vagina, bukan dipedang2kan ke penis juga, apalagi ditancepin ke anus.
Kalo kalian aktivis gay berani melawan kebenaran, kami yang juga homoseks tapi tidak sependapat dgnmu pasti tidak akan tinggal diam. Kamu berani usik para pembela kebenaran itu, kami pasti juga akan menyiapkan balasan yang tidak kalah menakutkannya.
Kamu berani bilang hak. Coba sebutkan, apa yang ada di dirimu yang bukan pemberian Tuhan? Jgn sembarangn bilang "ini hakku". Kalau Tuhan berkehendak menyelaraskan kehendak dan restuNya (baca: memusnahkan kaum gay karena Ia tidak menyukai perilaku mereka) mau apa? Mau teriak2: "Ini hakku?"

[ Post a Reply to This Message ]
[> Subject: Re: Homoseksual dan Umat Islam.....Republika, Kamis 30 Juni 2005


Author:
Daddy
[Edit]

Date Posted: 08:43:33 11/23/07 Fri

Sungguh mereka orang-orang yang penuh cinta kasih. Gak dibayar, masih mau ngingetin kita-2 agar tidak terus hanyut dalam aliran kemaksiatan kaum Luth as.

[ Post a Reply to This Message ]
[> [> Subject: Re: Homoseksual dan Umat Islam.....Republika, Kamis 30 Juni 2005


Author:
Daddy
[Edit]

Date Posted: 08:45:26 11/23/07 Fri

Daripada repot2 bermanuver mencari pembenaran dan pembelaan, marilah kita sama2 belajar, aoa sebenarnya yang dimaui Tuhan dengan emmberi kita cobaan seperti ini. Jika kita yang benar, smeoga Tuhan mau membukakan mata mereka. Jika mereka benar, semoga Tuhan membukakan mata kita. Masalahnya, masih maukah kita menerima resiko bahwa kita mungkin saja selama ini sudah salah?

[ Post a Reply to This Message ]


VoyUser Login ] Not required to post.
Post a public reply to this message | Go post a new public message
* Notice: Posting problems? [ Click here ]
* HTML allowed in marked fields.
Message subject (required):

Name (required):

  Expression (Optional mood/title along with your name) Examples: (happy, sad, The Joyful, etc.) help)

  E-mail address (optional):

Type your message here:

Choose Message Icon: [ View Emoticons ]

Notice: Copies of your message may remain on this and other systems on internet. Please be respectful.

[ Contact Forum Admin ]


Forum timezone: GMT+7
VF Version: 2.94, ConfDB:
Before posting please read our privacy policy.
VoyForums(tm) is a Free Service from Voyager Info-Systems.
Copyright © 1998-2008 Voyager Info-Systems. All Rights Reserved.