Author:
beruang item
[Edit]
|
Date Posted: 16:46:31 08/30/05 Tue
wokeh ... hm .. maaf sebelumnya kalo aku sempet ber-hehehe- hm hal2 spt ini hm sering kutahu, sangat sering malah. ndak cuman sekali dua kali. hm .. sebagai pribadi, aku ndak berpikir bagaimana aku nanti, jujur saja begitu, detik ini aku berpikir, secara lahiriah memiliki keturunan genetik dengan jalan pernikahan hm iya kalo org tsb bisa hamil, dll. hehe bukan maksudku nakal yah ;p hm, tapi tidak, itu ndak terpikir olehku dari dulu-dulu.
untukkku pribadi, aku telah terbiasa merawat putra-putri yang terbuang. anak2 yg di jalanan, dll. dan aku sejak kecil sudah serahkan hidupku pada Allah. sejauh ini aku baik2 saja.
mbak nao ... hm, ini pemikiranku pribadi. bukan sebagai orang yg musti memberikan bimbingan pada orang lain. jadi kalo ada kawan2 ato juga mbak nao anggap aku egois terhadap diriku sendiri, ndak sayang ama diriku sendiri, hm itu monggo-monggo saja ato sebaliknya aku begitu sayang ama diriku sendiri dan ndak peduli ama 'kewajiban' keluarga. hm tapi terlepas dari itu semua, aku punya pikiran dan jalan seperti ini. untukku sendiri, sekalipun sekarang, atao malah sampe nanti aku tetap sendiri tanpa pasangan, sekalipun aku mencintai perempuan. dan untuk itulah aku merasa merdeka sebagai seorang individu.
so, keturunan bagi banyak orang memang menjadi tujuan hidup, sebagai pegangan keyakinan atas sebuah kesempurnaan sebagai manusia baik secara lahiriah dan batiniah. monggo saja .. aku tidak mendebat itu. monggo, aku pun sepakat. dan aku tambahkan di sini, adalah hak setiap orang untuk menginterpretasikan tentang apa itu KETURUNAN.
bagiku, keturunan tidak berhenti pada masalah pertalian darah secara langsung dan aku meyakini hal ini. sebagai manusia, aku dan sampeyan2 di sini ato juga di luar sana adalah sodara sedarah. aku bersaudara dengan sampeyan. itu benar buatku. jadi penekanan tentang bagaimana aku di masa tua nanti sepenuhnya kuserahkan pada Allah. bagaimana Allah merawatku. karena selama aku kuat, aku mampu, aku bisa, aku sanggup, maka aku lakukan hal2 untuk merawat sekitarku, sekelilingku, baik manusia, baik hewan, baik tumbuhan, baik alam, apapun. dengan kesungguhan, ketulusan, kecintaanku pada Allah. Allah di hatiku, Allah tahu apa yang kulakukan dan takdirku ke depan adalah sepenuhnya hak Allah atas diriku. aku penuh kekurangan, sangat .. sangat lemah, sangat mudah sakit, sangat mudah terluka, dll. Allah atur diriku, juga keturunanku nantinya maupun yg menurunkan diriku dalam masa lalu, baik dari segi ilmu, budaya, agama, cinta, darah, dan banyak hal lainnya karena itulah aku serahkan hidupku pada Allah.
intinya, buatku 'keturunan' adalah manusia sejak adam a.s dan hawa hingga manusia yang nantinya bertemu Allah, adalah org2 yg yakin akan Allah, beriman, bertaqwa, dll yang diijinkan oleh Allah masuk dalam kelompok terpilih. mungkin dalam kelompok itu ada mbak, ada kawan2, dan aku tidak ada didalamnya. itu bisa terjadi. atau bilamana seorang anak masuk kelompok tersebut, belum tentu orang tua 'sah genetik' masuk ke dalam kelompok terpilih tersebut, tetapi 'guru jalanan' si anak yang mendidiknya dalam ke-Ilahian-lah yang masuk dalam kelompok terpilih tersebut. dan juga ada seorang anak di pelosok sudut dunia yang begitu mencintai kura2 kecil dan selalu berusaha mengembalikan kura2 tersebut ke laut agar bisa tetap hidup dengan berbicara lembut pada Allah, Tuhan ijinkan dia hidup, berikan ia hidup di laut, ato bahkan seorang manusia yang merawat pengungsi2, org2 terluka, org2 yang termarjinal, dll dalam kasih Allah. amin. sesungguhnya untukku pribadi, merekalah yg patut menjadi KETURUNAN TERPILIH. orang2 spt itu, yg yakin akan ke-Ilahian. dan tahu makna kehidupan dan sanggup mengimplementasikannya dalam keterbatasan hidup masing2.
hm .. maaf, mungkin hal2 yg kuutarakan ini ndak bisa secara jelas kawan2 tangkap dan maknai, monggo satu saat bilamana ada ijin Allah untuk kita bersua, kita saling bertukar pikiran, saling membuka hati, memberikan pencerahan pada pemikiran2 kita, dll, aku sangat terbuka dan menanti itu semua dengan sepenuh kasih dan hatiku pada kawan2.
dan aku merasa sudah selesai dengan diriku sendiri. bilamana kawan2 masih mempersalahkan apakah harus memiliki keturunan dari darah daging sendiri, monggo saja, aku.. sekali lagi aku, ndak akan beri komentar apapun. sepenuhnya itu hak sampeyan2. hak kawan2 untuk lakukan ato tidak. untuk menikah/tidak, untuk hamil/tidak, dll.
bagiku, perkaraku sudah selesai.
tata
dalam wening
[ Post a Reply to This Message ]
|