VoyForums

VoyUser Login optional ] [ Contact Forum Admin ] [ Main index ] [ Post a new message ] [ Search | Check update time | Archives: 12[3]45678910 ]
Subject: just because U are U


Author:
ka-werrd
[ Next Thread | Previous Thread | Next Message | Previous Message ]
Date Posted: 14:18:58 12/03/05 Sat

aku menulis ini ketika aku merasa bingung, setengah terancam, dan yang paling atas... sangatsangatsangaaaaaaaat merasa bersalah.

"Dia adalah dia, apapun yang terjadi, apapun yang berlaku, dia adalah dia. Dan kau mencintai hatinya, sehingga sisanya bukan jadi masalah."
--aku mendengar kalimat itu entah kapan entah dari siapa, idealisme yang sangat inner, yah? aku bisa dengan mudah mencerna itu, tapi tidak pada level yang diharapkan si empunya rupanya, soalnya baru pada stage awal aja aku sudah tersandung.
cinta tidak memandang rupa?
tapi seperti kata A-Mild: kalau cinta itu buta, buat apa ada bikini?

tapi aku dengan ringan mengatakannya, padanya, tidak sejak awal kami bertemu tapi dalam proses indah yang menjadikan kami bersatu. Dan itu juga yang ia katakan, ia rasakan, ia lakukan padaku, kok. Sejak awal aku tahu siapa dia meski ia tak tahu dalam siapa aku dan aku tak banyak masalah dengan itu. Bahkan setelah ia tahu bagian dalam aku--mendapati hal-hal yang semula tak ia inginkan dari pasangannya yang ada padaku--ia bisa berdamai dan menerima aku. setengah ribut juga, sih, kadang-kadang, tapi intinya ia menerima "the unexpected me" itu dan cinta antara kami terus tumbuh. Tapi mengapa kini, rasanya justru aku yang tak bsia menerima sepenuhnya dia, ya? atau, gampangnya, diri dia yang sebenarnya--mungkin?

aku jahat, ya?

begitu sulit untuk seorang trans menjadi feminin, bahkan jika sedikit saja, sudah ia lalui untukku. Karena ia tahu aku membutuhkan seseorang yang menyayangi dan bisa kusayangi sebagai seorang perempuan, karena aku membutuhkan orang yang bsia memeluk dan kupeluk sebagai perempuan, karena aku butuh orang yang bsia kuajak bicara, melindungi, dan kulindungi sebagai perempuan. meski awalnya bukan hanya untukku, juga demi dirinya dan lingkungannya, tak disangkal aku juga andil saat ia memanjangkan rambut, mengubah nada bicara, mengubah gaya berpakaiannya.

Dia takkan mengakui ini kalau kau tanya dia langsung: bukan cuma aku, ini juga demi semua, demi dirinya sendiri juga. Ya sudahlah. heuh, tapi dia kadang bicara dengan nada setengah putus asa, betapa repotnya menjadi femme (ga sampai femme, sih, sebenarnya) --diusili cowo2 yang biasanya tak terjadi padanya waktu dia trans banget dulu, tidak begitu dihargai orang, belum lagi mengatasi tekanan jiwanya. sering aku tidak menanggapi, kukatakan seumur-umur aku jadi femme, aku tak pernah repot2 dengan masalah begituan. Kamu dijahili cowo, bentak saja atau hantam saja. sambit batu atau kalo berani&emang lagi pengen tantang aja berantem, minimal adu mulut. selesai. soal dandanan juga bukan perkara besar. Standar kan make apa yang ingin dipake atau butuh dipake--dengan alasan waktu, situasi, dan yang utama mood--. tapi jujur, di dalamku, pada saat seperti itu, kadang aku merasa, aku juga telah membunuhnya.

bukankah aku pasangannya? saat ia tertekan oleh dunia sekitarnya dan ia terpaksa melawan dirinya di luar sana, bukankah aku tempat kembalinya? mengapa justru malah aku yang tak bisa menerima itu--bahwa dia butuh melepaskan sisi lain di dalam dirinya? Mengapa justru aku yang sepertinya menginginkan sisi feminin dalam dirinya--yang dasarnya memang kubutuhkan, tapi ia merasa itu hanya topeng baginya? mengapa malah aku yang dengan kejam bilang, "Gw pan kaga butuh laki-laki as pasangan gw, jadi ngapain juga gw pasangan ma elo yang laki-laki?"

dan aku sudah menerima dia sebagai suamiku, setelah sebelumnya membuatnya bete--mungkin--karena aku cuma memikirkan pasanganku itu ya istriku. Tapi aku f sejati, lho, ya...

Repot amat sih urusan abf role itu?

Oops... aku kejam? atau menyakiti perasaan orang lain selain dirinya di lingkup lebih luas? sungguh, aku minta maaf. bukan maksud aku gitu.

nanti kulanjutkan. Ia bilang ia bakalan ke sini, nih.

Oke, bye...

HHHH... susah banget sih mencamkan dalam diriku sendiri "Aku mencintaimu sebagaimana adanya kamu" itu... padahal dia bisa bicara begitu padaku. Dan satu lagi, padahal seorang b yang kukenal saja mencintai b lain tulus dari hatinya dan ia bilang, "oh, penting ya urusan a-b-f itu? yang penting kan hati..."

Penting ya?

Duh, Nata.... ajari aku kebijaksanaan dan pemahaman dalammu itu dhwuong... aku juga gak mau membunuh orang yang benar-benar kucintai dari dalam hatiku tapi aku sedih saat ia bilang, "Setahunan nanti gw datang ke kampus lo, pake setelan cowo naek motor, gagah deh pokoknya." Atau saat dia membicarakan trans yang mendadak berubah by miracle jadi co sungguhan dan nikahin gf-nya. Duh, dia dengan gaun batik dan rambut diikat di samping, menjuntai ke dadanya, yang ia pakai waktu bersamaku dan ibuku menghadiri resepsi halal bi halal di bogor minggu lalu, itu sangatsangatsangat indah dan cantik, menurutku... dan itu benar datang dari lubuk hatiku. Yang membutuhkan dia dan mencintainya.

Aku ini kenapa, ya?


Ka-werrrd

[ Next Thread | Previous Thread | Next Message | Previous Message ]

Replies:
[> Subject: me, myself, and i...


Author:
bumi
[Edit]

Date Posted: 18:16:43 12/11/05 Sun

konsep "yin - yang" kepake ga sie di hub lesbian? pasif aktif? memberi menerima? take and give? ketika sebuah keseimbangan katanya terjadi dalam hubungan heteroseksual, laki laki dengan perempuan. apakah kemudian hubungan antara perempuan dengan perempuan membuat hukum alam menjadi tidak berjalan sebagaimana mestinya? pertanyaan ini membuatku tampak seperti seorang homophobic...:))

gue lagi demen banget sama kalimat ini : " cinta memang bukan logika, tapi cinta adalah bagian kehidupan, dan kehidupan adalah sebuah logika...."

kamu ini kenapa? kamu gak kenapa2 Ka-werrrd...:) kamu manusia yang punya cinta, tp sayangnya kita semua adalah makhluk tuhan...dan buat gue, semua orang di dunia ini termasuk kamu, gue, pasangan lo, mantan gue...cuman sekedar makhluk yang lagi belajar ngerti, mau dan inginnya tuhan...Hahaha! ga banget ya? sekarang gue nyalahin tuhan karena apa yang terjadi dengan diri gue...:)))

Ini perjalanan hidup, yang gue ga tahu berakhir dimana dan seperti apa...

Tuhan itu kenapa, ya?
Bumi

[ Post a Reply to This Message ]
[> Subject: hm .. mencoba kompromi pada semua hal


Author:
beruang item
[Edit]

Date Posted: 14:17:52 12/14/05 Wed

salam ...

hm, maaf baru baca, hm namaku tata, ato emang ada yg namanya NATA? maaf kalo gitu ...
hm gini, saat kubaca ceritamu, hm yah aku tau perasaanmu, aku ndak akan berpanjang2 bagaimana aku mengerti perasaanmu, karena kamu sendiri sangat tau ...
tapi kawan, cobalah mengerti, kompromi dengannya, pasanganmu ato mantanmu, intinya berkompromi dengan orang lain yg memiliki bias gender dalam kehidupannya.
terkadang sangat berat baginya untuk tumbuh, bernafas, hidup menjadi orang lain yang bukan dirinya sendiri.
kuberi contoh, langsung ... hm diriku sendiri, aku belum pernah jalan dengan lesbian, satu saat aku menemukan seseorang dan aku benar2 jatuh hati padanya, kuserahkan keperjakaanku padanya. hm dan dia adalah seorang lesbian. saat aku jalan dengannya, aku merasa terbentuk menjadi orang lain, seorang perempuan yah seperti genitalku ini. aku melakukan hubungan seksual perempuan dan perempuan yang hm ... aku bingung sekali kenapa bisa jadi orang lain begini. rasanya aneh, ndak tau musti gimana. kadang hanya mencoba menikmati saja apa yg dia inginkan. tapi aku merasa asing dengan diriku sendiri. hm .. tapi kompromi yg kulakukan adalah .. yah sudah mungkin harus begini, saat ini. dan aku mematikan perasaanku sendiri yang asing dan mencoba senang melihat dia menikmati itu. namun sesuatu terjadi dan hubungan ini ndak berlangsung lama. hm itu adalah sebuah contoh kompromi2 yang dilakukan oleh seorang transgender, hm perlu kamu tau, banyak kawan yg transeksual ndak membutuhkan pasangan karena mereka menginginkan kepuasan akan terpenuhinya gender mereka. see? mereka ndak butuh jalan ama ce. dan kalopun jalan ama ce, mereka ndak jalan ama lesbian. karena itu cukup menyakitkan .. hehe susah ndak mencernanya? gini ketika jalan dengan lesbian, yah seperti yg kukatakan tadi, sosok gender yg mereka inginkan tidak bisa diterima oleh seorang lesbian, dalam kehidupan lesbian semua harus ada "SALING" dan itu kadang ndak bisa diterima kawan2 transgender maupun transeksual karena mereka ingin hubungan itu adalah laki-perempuan.
tapi semua kembali pada personal2nya sendiri, ini tadi hanya sebuah wacana yg perlu kamu mengerti. sehingga saat memilih dan menjalani hidupmu dengan seseorang, janganlah memaksakan membentuk pasanganmu menjadi apa yg kamu inginkan. kamu ndak mau khan jalan dengan mayat hidup? dengan seorang penipu? walopun dia lakukan semua untuk membahagiakanmu, hm alangkah indah hubungan ketika masing2 sanggup menerima kehidupan pasangannya dan menjalaninya dengan segudang kompromi dan toleransi ..

jogja masih saja ujan...
tata kedinginan

[ Post a Reply to This Message ]


VoyUser Login ] Not required to post.
Post a public reply to this message | Go post a new public message
* Notice: Posting problems? [ Click here ]
* HTML allowed in marked fields.
Message subject (required):

Name (required):

  Expression (Optional mood/title along with your name) Examples: (happy, sad, The Joyful, etc.) help)

  E-mail address (optional):

Type your message here:

Choose Message Icon: [ View Emoticons ]

Notice: Copies of your message may remain on this and other systems on internet. Please be respectful.

[ Contact Forum Admin ]


Forum timezone: GMT+7
VF Version: 2.94, ConfDB:
Before posting please read our privacy policy.
VoyForums(tm) is a Free Service from Voyager Info-Systems.
Copyright © 1998-2008 Voyager Info-Systems. All Rights Reserved.