[ Next Thread |
Previous Thread |
Next Message |
Previous Message
] Date Posted:13:12:55 06/01/05 Wed
aku tak bisa luluhkan hatimu
dan aku tak bisa menyentuh cintamu
seiring jejak kakiku bergetar
aku tlah terpagut oleh cintamu
menelusup hariku dengan harapan
namun kau masih terdiam membisu
sepenuhnya aku ingin memelukmu
mendekap penuh harapan 'tuk mencintaimu
setulusnya aku akan terus menunggu
menanti sebuah jawaban 'tuk memilikimu
betapa derunya rindu menusuk jiwaku
semoga kau tahu isi hatiku
dan seiring waktu yang terus berputar
aku masih terhanyut dalam mimpiku
aku tak bisa luluhkan hatimu
dan aku tak bisa menyentuh cintamu
lagu manis dari padi, hm lirih kunyanyikan smalam di bukit nglanggeran. seorang kawan yg masih merasa dirinya laki2 dan anggap aku juga laki2 menemaniku. aku mengenalnya sejak umur 4 tahun, yah 24 tahun yg lalu, namanya novan, dan dia panggil aku octavio, ada sebotol tequila di sisinya yang dia minum tapi herannya dia masih saja sadar dan terus menemaniku berbincang.
- kau masih mencintainya, vio?
- ya, aku masih mencintainya dan menunggu cintaku, van. sampai saat inipun masih hangat di otak dan hatiku semua perjalanan kami. di sini van, aku melihat laut, ya dari ketinggian inipun, aku masih saja bisa melihatnya main air, tertawa, berlari kesana kemari dengan riang. terkadang van, aku memandangnya saat iya termenung memandang laut di kejauhan, aku tak tau van, apa yang dia rasa, apa yang dia pikirkan, aku sungguh ingin van ... sungguh ingin menemaninya hidup di kehidupan ini. setiap kali aku ingin menghapus segala hal yang ada di benakku ini, aku tak mampu, van. tak bisa, van. begitu lekatnya semua perjalanan hidup yang pernah kami jalani bersama. semuanya van, akh .. aku benar2 tak sanggup melupakannya, menghapusnya.
- vio, dia bukan untukmu, kau tau itu.
- aku tau van, iya .. aku tau, berapa kali kau harus tanamkan itu ke kepalaku. aku tau dia telah memiliki seseorang yang mendampinginya. aku tau, van ... aku tau ..
aku hadir saat dia telah bersama dengan pasangannya. telah melakukan komitmen untuk bersama dengan orang lain. akh, van .. tapi aku juga punya hak untuk mencintai khan?
- kau salah orang, vio
- aku tak salah orang, van. aku yakin dia orang yang tepat
- so, waktunya yang salah, vio
- aku tak salah waktu .. karena kami menikmati setiap detik saat kami bersama-sama, van
- ya kalau begitu salah tempat, vio
- ndaklah, van. mana bisa aku salah tempat? kami merasakan suasana yang jauh lebih indah untuk kami rasakan dalam hidup dimanapun kami berada saat bersama2.
- waduh, vio .. kamu ini bener2 nggak mau disalahkan, ato salah konsep ya? aku bicara ttg kehadiranmu dan kau bicara ttg apa yang kalian jalani, wehhh jan dasar cah edan, kau ini ndak lagi jatuh cinta tho vio?
- van, ini bukan masalah sapa yg salah sapa yang benar khan? ini tentang hati, cinta, dan kebenaran. hatiku menemukan detak yang sama kepada seseorang yang aku cintai dan itu benar buatku. kalaulah dia sudah memiliki seseorang yang lain, aku bisa apa ... aku hanya bisa yah seperti ini, mencintainya, menyayanginya, memandangnya dari kejauhan, hm .. van, kenapa yah aku jadi bingung sendiri ..
- hehehe vio .. vio .. aku selalu mendapatimu dalam kebimbangan pas urusannya ama wanita :) kamu ini .. bener2 deh susah sekali mendapati cinta. menunggu dan menunggu saja ...
- akh kau ini, malah ngetawain aku. yang kucintai perempuan tapi aku juga tergelepar2 karena perempuan. Tuhan, help me.
- vio, jujur saja, setiap kali aku melihat binar di matamu saat kau bercerita tentangnya, tiap kali pula aku kuatir akan melihat matamu yang berkaca-kaca ... dan ternyata selalu saja kekuatiranku terjadi.
- hm .. aku tau, aku hanya bisa bersyukur setiap kali aku menemukan keindahan, bisa menikmatinya, dan sebisanya menjaga kelanggengannya. aku juga tau, aku bakal kehilangan keindahan2 itu karena aku tau orang yang kucinta telah berdua. yah .. memujanya, van ... menyayanginya dalam hidupku selamanya
- vio, vio .. apa sampai 10 tahun lagi kau masih seperti ini
- akh, kau ini tega kali bilang begitu padaku
- hahaha .. vio, bukan tega .. tapi yah, aku tau kau tau yang aku maksud.
- iya .. aku ngerti, ya sudahlah .. tak bisa lagi aku bicara, kau masih mau di sini? aku pulang dulu, aku mo nulis tor untuk diskusi.
- iya, pulanglah, aku masih ingin di sini, tunggu mentari terbit. eh vio ... aku jadi ingat waktu kita sd dulu, kau ada bilang mentari pasti terbit kawan, yakinlah, tunggulah kehangatannya. kau tau vio, aku selalu tunggu mentari terbit sejak itu. padahal ... hahaha yang kau maksudkan itu 'dalam' dan bukan benar2 matahari terbit di pagi hari .. dasar pujangga
- hahaha, van ... van ... sudahlah .. balik ya ..
- ok, kawan, hati2 .. motormu ada di rumah mas irwan
Date Posted:09:30:24 06/03/05 Fri
Mentari Tak Ingin Dinanti
Lama terdiam
Langkah menahan tertahan
Tatap mentari tak lagi berseri
Dia tak ingin dinanti
Menahan beban
Lama menanti
Mentari tak ingin dinanti
Aku menanti mentari
Yang terikat dengan pagi
Akulah senja abadi
Yang tersuruk atas mentari
Aku setia menanti
Pun mentari tak ingin dinanti
Sempurnalah karma
Saat aku terus menanti
Dan mentari tak ingin dinanti
Jakarta, 10 Jul. 03
ARie DAndaraga
mengingat sebuah kisah panjang, yang kini jadi masa lalu. sering bertanya apa maksud semua ini? Apa makna tuhan berikan ini? kemana akan dibawa semua liku ini berakhir? karena dia selalu ada, tetap ada dan akan seperti ini apa adanya.
Ntahlah ketika "enough is enough", seperti tercabik rasanya..pun tetap ada nyala api, sebentuk dian, yang tak pernah kunjung padam..that someday, somewhere, somehow...she'll smile for me...karena untuk dia lah semua ini...karena setiap pagiku, masih untuknya, hadir untuknya...
Luv Thee Nan..
Always...
R|3
Saat Kala Waktu
Bilamana aku mencintaimu
Adalah ketika setiap pagiku
Hadir karenamu
Tercipta untukmu
Date Posted:11:32:45 06/11/05 Sat
cahaya merah jingga mulai tersibak dari ufuk timur
sepagi ini, aku masih setia memegangi sebuah kendali
yang entah kemenangan apa yg hendak kuperoleh
ketika dihadapkan sebuah peperangan belum juga selesai
masih terdengar nyanyian ombak di pinggiran pantai
bergayut menderu diiringi pula tiupan angin meliar irama musim
dan tubuhku yang kuyu diterpa pasir berhamburan
sengaja mengajak bersenda dalam iringan irama alam
aku segera berdiri setelah cahaya matahari mulai mengintai punggung bumi
kurasakan ketulusan cinta di satu sisi
aku memang tidak menduga sebelumnya kalau tatap ini
demikian terkesan memandangimu
bak karang demikian kokoh, tidak tergoyang
terhempas angin membadai, terhempas ombak menderu!
begitukah kiranya hari yang datang pergi
demikian lekatnya keangkuhan diri manusiaku
yang jenak merapalkan mantra-mantra
memang dapat kupahami, betapa hari yang datang pergi
demikian lingkar berdesing melingkari tubuh
aku sendiri dapat merasakan, tergoyang-goyang menahan
lingkar desingnya, nyaris roboh memang tatkala
demikian meliar memekakkan
pagi ini kurasakan ketiadaanmu
aku terdiam, penuh perhatian
segera kupalingkan wajah ke laut lepas
ada batas jauh di sana, sebuah batas kelelahan barangkali
di antara debur ombak, dialir sergapan angin
di antara butir-butir pasir menghambur di lingkar keangkuhan
karang terjal. kualihkan tatap ini di antara rimbunnya dedaunan
yang masih nampak temaram menyelimuti perbukitan di atas sana
sampai kapankah kiranya dapat menyatukan hati dan pikiran
sampai kapankah kiranya sanggup menggenggam kemenangan
sebuah kemenangan melawan keangkuhan diri, akuisme, irihati,
benci, dendam, emosi, rendah diri, cemas, kuatir.
aku tertunduk kembali, kuingat sekali lagi arti sebuah pengembaraan
di hari yang datang pergi
aku tertunduk kembali, segera kupejamkan mata kembali
aku menawar sendiri antara ya dan tidak, aku terpaksa
terbentur membuang undi kembali
sebuah tonggak yang menancap di pasir tetap kukenali
wataknya dan sebuah irama sudah kukenal menari-nari di lingkar tubuhku
kudengar lembut denyut nadiku, kuhirup udara sepagi ini
perlahan namun pasti telah kuingat kembali semua peristiwa hasil pengembaraan
perlahan kumasukkan ke dalam hati dan perlahan-lahan kulepas satu-satu
peristiwa yang sungguh memabukkan, peristiwa keangkuhan diri,
akuisme, irihati, benci, dendam, emosi, rendah diri, cemas, kuatir,
dan segala tethek mbenggek lainnya yang berbau kebusukan diri
kurasakan nikmat tarikan nafas perlahan namun pasti
kurasakan, kudengarkan irama musik alam
kurasakan sekali lagi, kudengarkan sekali lagi dan lagi
sampai kurasakan betul, sampai kukenal betul,
sampai kurasakan seberapa dingin angin menari-nari di lingkar tubuh,
kurasakan seberapa kerasnya nyanyian ombak menderu
kunikmati dan kubiarkan butir-butir pasir yang tidak mau berhenti menciumi tubuh dan wajahku
kupahami kembali
seberapa tingkat keangkuhan diri
aku berusaha menyatukan hati dan pikiran
bersatu dalam irama musik alam yang tidak makin meliar
tapi makin membuatku terpesona pada jaringan komunikasi sesaat ini
pagi ini aku berusaha memenangkan sebuah peperangan
sebuah perang yang lebih berat, lebih dasyat dari perang mahabharata
segera setelah itu mataku terbuka kembali
dan aku berdiri
kutatap sekilas apa yang masih setia di sekitarku
kupandangi sebuah bukit dimana orang kukenal itu tak lagi ada
tapi bukit itu temaram dijilati cahaya matahari
walau begitu masih terasa keangkuhan melintas mengirin langkah kecilku tak sampai-sampai
langkah kecil yang bergoyang-goyang ditimang-timang lingkar desingnya
aku semakin jauh meninggalkan pesisir ketika matahari semakin meninggi
dan mataku yang nanar ini
sekilas merenungi wajah maya
makin diberontak manusia dan sehingga sekarangpun
masih saja bertanya-tanya: siapa yang bakal meraih kemenangan
ketika harus berperang melawan diri sendiri?
aku sendiri semakin susah mengurai setelah kupelajari
"hati manusia tak pernah nampak jelas"
begitu kata Ki Sentanu dalam kisah mahabharata.
tata pas pagi2 dalam kebimbangan beberapa waktu lalu.