Show your support by donating any amount. (Note: We are still technically a for-profit company, so your
contribution is not tax-deductible.)
PayPal Acct:
Feedback:
Donate to VoyForums (PayPal):
| Tuesday, May 05, 3:48:50 | [ Login ] [ Contact Forum Admin ] [ Main index ] [ Post a new message ] [ Search | Check update time | Archives: 1, 2, [3] ] |
| Subject: Untung ada putri cantik | |
|
Author: Prince |
[
Next Thread |
Previous Thread |
Next Message |
Previous Message
]
Date Posted: 11:54:34 04/07/06 Fri In reply to: Blade_eye 's message, "Re: Akibat mimpi jadi kodok" on 14:14:00 04/01/06 Sat Hello Blade... >Kisah diatas adalah alur cerita dari sebuah film , >entah yang diputar itu film drama atau dokumenter , >dramtisasi atas sebuah film atau cerita dan jalannya >sejarah , kadang tentunya atas keinginan sang >sutradara atau sang pemenang dalam sejarah , kita tak >tahu yang sebenarnya kejadian pada saat itu , jadi >justifikasi atas kebodohan yang terjadi sebaiknya >tidak dalam benak kita . Thanks banget atas opininya. Film tsb adalah film dokumenter, tetapi tetap tidak menutup kemungkinan adanya subyektifitas pembuatnya. Soal kasus keputusan pasukan Tibet untuk melawan ini sama sekali tdk ada kaitannya dg justifikasi kebodohan. Mungkin saja saat itu Dalai Lama yakin kalau ilmunya bisa untuk tahan peluru ? Jika gagal ini kan hanya soal keterbatasan kemampuan dan bukan kebodohan, kurang sakti mungkin..he..he..he.. Atau mungkin Dalai Lama tahu bahwa jimat tsb tidak akan membuat jadi kebal peluru tetapi minimal meningkatkan semangat tempur pasukan Tibet. Jadi Dalai Lama msh berharap bisa menang dlm perang senjata. Jika ternyata kalah, ini juga bukan krn kebodohan, tetapi keterbatasan analisa atau kesalahan strategi, ini hal biasa dlm sebuah pertempuran. >tentunya sebagai orang Tao yang arief , kita harus >mengerti , jika dalam hujan badai ada sekelompok >burung yang tetap terbang . tentunya akan terhempas >oleh kekuatan yang ada . >sejuta semut sedang hidup bersama dengan harmonis , >mereka juga akan terhempas cerai berai bila hujan >banjir melanda . > >fonomena yang seperti ini adalah merupakan kejadian >yang biasa , alam / Tao telah memberikan gambaran >,hanya manusia yang tak mau sadar untuk belajar dari >alam Burung memang tidak bisa melawan badai, semut juga tidak bisa melawan banjir. Karena antara burung/semut dengan badai/banjir adalah 2 hal yg berbeda level. Tetapi kasus Tibet dan Revolusi Kebudayaan adalah hal yg berbeda. Kuil Tao hancur bukan karena gunungnya meletus tetapi ada 'burung lain' (bukan badai) yg mengusik. Tibet dikuasai bukan karena kuilnya kebanjiran, tetapi ada 'semut' lain yg ekspansi. >Bukan terlambat mengantisipasi perubahan , tetapi >sifat manusianya yang memang demikian , Jumawa , >sombong berpuas diri karena kehebatan diri sendiri , >tak mau menggali dan belajar lebih baik dan maju >.itulah sikap2 yang harus dihindari dari seorang >Taoist yang harus bersikap selalu tak pernah berhenti >untuk belajar . Bisa dijelaskan seberapa batasan 'belajar'? apa yg dipelajari? Konon Jikung berhasil latih diri hingga kebal bacokan, tetapi sptnya tidak akan bisa kebal peluru. Apa berarti proses belajar berhenti hingga tahap kebal bacokan dan sesudahnya stop? Atau malah sebenernya Jikung bukan untuk hal2 semacam itu? >seharusnya bisa kalau ilmu spiritual benar2 diamalkan >untuk semua manusia. Bisakah dijelaskan secara kongkrit berikut contoh aplikasinya ? >nah yang ini sepertinya memang sifat2 kita sebagai >manusia yang selalu mau enak dan gampangnya . Jika begitu bagaimana baiknya seandainya kita mengalami kondisi seperti Tibet? Diserang oleh sepasukan bersenjata yg tidak mau kompromi/diplomasi. Target mereka hanya 1 yaitu: 'Menyerah tanpa syarat'. Apakah disini mentoknya batasan manfaat/kemampuan spiritual dalam mengatasi kekacauan duniawi? Apakah sampai titik ini kita harus sadar bahwa spiritual adalah hanya spiritual yg berfocus pada pembinaan diri/Kebajikan. Berarti kalau misalnya rumah kita kedatangan perampok bersenjata ya kita tinggal nunggu belas kasihan Shen yah? Atau anggap saja itu takdir.he..he..he.. ? Wah....untung ada putri cantik yg cium gue.... akhirnya kodok berubah menjadi pangeran lagi..he..he..he.. Salam Tao, Prince [ Next Thread | Previous Thread | Next Message | Previous Message ] |
| Subject | Author | Date |
| Re: Untung ada putri cantik | Blade_eye | 15:19:23 04/07/06 Fri |