Show your support by donating any amount. (Note: We are still technically a for-profit company, so your
contribution is not tax-deductible.)
PayPal Acct:
Feedback:
Donate to VoyForums (PayPal):
| Tuesday, May 05, 3:49:24 | [ Login ] [ Contact Forum Admin ] [ Main index ] [ Post a new message ] [ Search | Check update time | Archives: 1, 2, [3] ] |
| Subject: Re: Untung ada putri cantik | |
|
Author: Blade_eye |
[
Next Thread |
Previous Thread |
Next Message |
Previous Message
]
Date Posted: 15:19:23 04/07/06 Fri In reply to: Prince 's message, "Untung ada putri cantik" on 11:54:34 04/07/06 Fri >Hello Blade... > >>Kisah diatas adalah alur cerita dari sebuah film , >>entah yang diputar itu film drama atau dokumenter , >>dramtisasi atas sebuah film atau cerita dan jalannya >>sejarah , kadang tentunya atas keinginan sang >>sutradara atau sang pemenang dalam sejarah , kita tak >>tahu yang sebenarnya kejadian pada saat itu , jadi >>justifikasi atas kebodohan yang terjadi sebaiknya >>tidak dalam benak kita . > >Thanks banget atas opininya. >Film tsb adalah film dokumenter, tetapi tetap tidak >menutup kemungkinan adanya subyektifitas pembuatnya. >Soal kasus keputusan pasukan Tibet untuk melawan ini >sama sekali tdk ada kaitannya dg justifikasi kebodohan. >Mungkin saja saat itu Dalai Lama yakin kalau ilmunya >bisa untuk tahan peluru ? Jika gagal ini kan hanya >soal keterbatasan kemampuan dan bukan kebodohan, >kurang sakti mungkin..he..he..he.. >Atau mungkin Dalai Lama tahu bahwa jimat tsb tidak >akan membuat jadi kebal peluru tetapi minimal >meningkatkan semangat tempur pasukan Tibet. Jadi Dalai >Lama msh berharap bisa menang dlm perang senjata. Jika >ternyata kalah, ini juga bukan krn kebodohan, tetapi >keterbatasan analisa atau kesalahan strategi, ini hal >biasa dlm sebuah pertempuran. Hallo Prince , memang benar yang kamu katakan saya setuju , tidak dapat dikatakan kebodohan yah silahkan saja , mungkin serupa tapi tak sama . > >>tentunya sebagai orang Tao yang arief , kita harus >>mengerti , jika dalam hujan badai ada sekelompok >>burung yang tetap terbang . tentunya akan terhempas >>oleh kekuatan yang ada . >>sejuta semut sedang hidup bersama dengan harmonis , >>mereka juga akan terhempas cerai berai bila hujan >>banjir melanda . >> >>fonomena yang seperti ini adalah merupakan kejadian >>yang biasa , alam / Tao telah memberikan gambaran >>,hanya manusia yang tak mau sadar untuk belajar dari >>alam > >Burung memang tidak bisa melawan badai, semut juga >tidak bisa melawan banjir. >Karena antara burung/semut dengan badai/banjir adalah >2 hal yg berbeda level. >Tetapi kasus Tibet dan Revolusi Kebudayaan adalah hal >yg berbeda. >Kuil Tao hancur bukan karena gunungnya meletus tetapi >ada 'burung lain' (bukan badai) yg mengusik. >Tibet dikuasai bukan karena kuilnya kebanjiran, tetapi >ada 'semut' lain yg ekspansi. Burung semut badai banjir itu hanya gambaran saja alam sebagai gurunya , soal kuil Tao hancur mungkin bukan karena Gunung meletus karena letaknya dipinggir pantai jauh dari gunung barapi , soal burung lain dalam tanda petik , wah ini jadi tanda tanya . > >>Bukan terlambat mengantisipasi perubahan , tetapi >>sifat manusianya yang memang demikian , Jumawa , >>sombong berpuas diri karena kehebatan diri sendiri , >>tak mau menggali dan belajar lebih baik dan maju >>.itulah sikap2 yang harus dihindari dari seorang >>Taoist yang harus bersikap selalu tak pernah berhenti >>untuk belajar . > >Bisa dijelaskan seberapa batasan 'belajar'? apa yg >dipelajari? Konon Jikung berhasil latih diri hingga >kebal bacokan, tetapi sptnya tidak akan bisa kebal >peluru. >Apa berarti proses belajar berhenti hingga tahap kebal >bacokan dan sesudahnya stop? Atau malah sebenernya >Jikung bukan untuk hal2 semacam itu? saya kira mereka yang percaya kabar demikian tanpa membuktikan dan meriset kebenarannya adalah ceroboh , membuktikan dan meriset itulah termasuk belajar menjadi pandai . > >>seharusnya bisa kalau ilmu spiritual benar2 diamalkan >>untuk semua manusia. > >Bisakah dijelaskan secara kongkrit berikut contoh >aplikasinya ? contohnya banyak salah satunya , kaum spiritual itu tentu cinta perdamaian ,cinta keharmonisan , bisa menjadi orang yang disegani kemudian menjadi duta perdamaian konflik tentu baik , bisa menjadi panutan untuk berbuat yang tidak merugikan umat manusia tentu juga merupakan bagian dari aplikasi semangat spiritual . > >>nah yang ini sepertinya memang sifat2 kita sebagai >>manusia yang selalu mau enak dan gampangnya . > >Jika begitu bagaimana baiknya seandainya kita >mengalami kondisi seperti Tibet? Diserang oleh >sepasukan bersenjata yg tidak mau kompromi/diplomasi. >Target mereka hanya 1 yaitu: 'Menyerah tanpa syarat'. >Apakah disini mentoknya batasan manfaat/kemampuan >spiritual dalam mengatasi kekacauan duniawi? Apakah >sampai titik ini kita harus sadar bahwa spiritual >adalah hanya spiritual yg berfocus pada pembinaan >diri/Kebajikan. meskipun kaum spiritual adalah pemikir2 langkah hidup kedepan , tetapi berandai andai tentang sikap dan tindakan yang akan diambil dalam suatu situasi yang belum dihadapi adalah sangat tidak bijak . seperti kita ditanya " apa yang akan kamu lakukan jika kamu menemukan sekoppor duit di tengah jalan ramai ".????? banyak kemungkinannya bukan , tidak mungkin kita memastikan karena kita tidak dalam situasi itu . > >Berarti kalau misalnya rumah kita kedatangan perampok >bersenjata ya kita tinggal nunggu belas kasihan Shen >yah? >Atau anggap saja itu takdir.he..he..he.. ? > >Wah....untung ada putri cantik yg cium gue.... >akhirnya kodok berubah menjadi pangeran >lagi..he..he..he.. biarpun seorang spiritual sejati juga tidak akan diam saja ,paling tidak bertahan dengan cara mengajak perampoknya berdamai , diajak bicara , dikasih makan , ditanya apa maunya , kalau minta duit ya dikasih kalau punya , minta harta ya dikasih kalau punya , kalau minta nyawa ya bertahan sebisa mungkin , ngak mampu menandingi ya lari , kalau terpaksa mati ya melawan sampai titik darah terakhir . soal minta belas kasihan pertolongan Shen , kaum spiritual tentu lebih tahu batasannya apalagi kita kaum Siu Tao , sebelum terjadi ya bukan takdir . > >Salam Tao, >Prince Salam Tao juga Blade_eye [ Next Thread | Previous Thread | Next Message | Previous Message ] |