VoyForums
[ Show ]
Support VoyForums
[ Shrink ]
VoyForums Announcement: Programming and providing support for this service has been a labor of love since 1997. We are one of the few services online who values our users' privacy, and have never sold your information. We have even fought hard to defend your privacy in legal cases; however, we've done it with almost no financial support -- paying out of pocket to continue providing the service. Due to the issues imposed on us by advertisers, we also stopped hosting most ads on the forums many years ago. We hope you appreciate our efforts.

Show your support by donating any amount. (Note: We are still technically a for-profit company, so your contribution is not tax-deductible.) PayPal Acct: Feedback:

Donate to VoyForums (PayPal):

Tuesday, May 05, 3:49:24Login ] [ Contact Forum Admin ] [ Main index ] [ Post a new message ] [ Search | Check update time | Archives: 12[3] ]
Subject: Re: Untung ada putri cantik


Author:
Blade_eye
[ Next Thread | Previous Thread | Next Message | Previous Message ]
Date Posted: 15:19:23 04/07/06 Fri
In reply to: Prince 's message, "Untung ada putri cantik" on 11:54:34 04/07/06 Fri

>Hello Blade...
>
>>Kisah diatas adalah alur cerita dari sebuah film ,
>>entah yang diputar itu film drama atau dokumenter ,
>>dramtisasi atas sebuah film atau cerita dan jalannya
>>sejarah , kadang tentunya atas keinginan sang
>>sutradara atau sang pemenang dalam sejarah , kita tak
>>tahu yang sebenarnya kejadian pada saat itu , jadi
>>justifikasi atas kebodohan yang terjadi sebaiknya
>>tidak dalam benak kita .
>
>Thanks banget atas opininya.
>Film tsb adalah film dokumenter, tetapi tetap tidak
>menutup kemungkinan adanya subyektifitas pembuatnya.
>Soal kasus keputusan pasukan Tibet untuk melawan ini
>sama sekali tdk ada kaitannya dg justifikasi kebodohan.
>Mungkin saja saat itu Dalai Lama yakin kalau ilmunya
>bisa untuk tahan peluru ? Jika gagal ini kan hanya
>soal keterbatasan kemampuan dan bukan kebodohan,
>kurang sakti mungkin..he..he..he..
>Atau mungkin Dalai Lama tahu bahwa jimat tsb tidak
>akan membuat jadi kebal peluru tetapi minimal
>meningkatkan semangat tempur pasukan Tibet. Jadi Dalai
>Lama msh berharap bisa menang dlm perang senjata. Jika
>ternyata kalah, ini juga bukan krn kebodohan, tetapi
>keterbatasan analisa atau kesalahan strategi, ini hal
>biasa dlm sebuah pertempuran.

Hallo Prince ,
memang benar yang kamu katakan saya setuju , tidak dapat dikatakan kebodohan yah silahkan saja , mungkin serupa tapi tak sama .


>
>>tentunya sebagai orang Tao yang arief , kita harus
>>mengerti , jika dalam hujan badai ada sekelompok
>>burung yang tetap terbang . tentunya akan terhempas
>>oleh kekuatan yang ada .
>>sejuta semut sedang hidup bersama dengan harmonis ,
>>mereka juga akan terhempas cerai berai bila hujan
>>banjir melanda .
>>
>>fonomena yang seperti ini adalah merupakan kejadian
>>yang biasa , alam / Tao telah memberikan gambaran
>>,hanya manusia yang tak mau sadar untuk belajar dari
>>alam
>
>Burung memang tidak bisa melawan badai, semut juga
>tidak bisa melawan banjir.
>Karena antara burung/semut dengan badai/banjir adalah
>2 hal yg berbeda level.
>Tetapi kasus Tibet dan Revolusi Kebudayaan adalah hal
>yg berbeda.
>Kuil Tao hancur bukan karena gunungnya meletus tetapi
>ada 'burung lain' (bukan badai) yg mengusik.
>Tibet dikuasai bukan karena kuilnya kebanjiran, tetapi
>ada 'semut' lain yg ekspansi.

Burung semut badai banjir itu hanya gambaran saja alam sebagai gurunya , soal kuil Tao hancur mungkin bukan karena Gunung meletus karena letaknya dipinggir pantai jauh dari gunung barapi , soal burung lain dalam tanda petik , wah ini jadi tanda tanya .

>
>>Bukan terlambat mengantisipasi perubahan , tetapi
>>sifat manusianya yang memang demikian , Jumawa ,
>>sombong berpuas diri karena kehebatan diri sendiri ,
>>tak mau menggali dan belajar lebih baik dan maju
>>.itulah sikap2 yang harus dihindari dari seorang
>>Taoist yang harus bersikap selalu tak pernah berhenti
>>untuk belajar .
>
>Bisa dijelaskan seberapa batasan 'belajar'? apa yg
>dipelajari? Konon Jikung berhasil latih diri hingga
>kebal bacokan, tetapi sptnya tidak akan bisa kebal
>peluru.
>Apa berarti proses belajar berhenti hingga tahap kebal
>bacokan dan sesudahnya stop? Atau malah sebenernya
>Jikung bukan untuk hal2 semacam itu?

saya kira mereka yang percaya kabar demikian tanpa membuktikan dan meriset kebenarannya adalah ceroboh , membuktikan dan meriset itulah termasuk belajar menjadi pandai .


>
>>seharusnya bisa kalau ilmu spiritual benar2 diamalkan
>>untuk semua manusia.
>
>Bisakah dijelaskan secara kongkrit berikut contoh
>aplikasinya ?

contohnya banyak salah satunya , kaum spiritual itu tentu cinta perdamaian ,cinta keharmonisan , bisa menjadi orang yang disegani kemudian menjadi duta perdamaian konflik tentu baik , bisa menjadi panutan untuk berbuat yang tidak merugikan umat manusia tentu juga merupakan bagian dari aplikasi semangat spiritual .

>
>>nah yang ini sepertinya memang sifat2 kita sebagai
>>manusia yang selalu mau enak dan gampangnya .
>
>Jika begitu bagaimana baiknya seandainya kita
>mengalami kondisi seperti Tibet? Diserang oleh
>sepasukan bersenjata yg tidak mau kompromi/diplomasi.
>Target mereka hanya 1 yaitu: 'Menyerah tanpa syarat'.
>Apakah disini mentoknya batasan manfaat/kemampuan
>spiritual dalam mengatasi kekacauan duniawi? Apakah
>sampai titik ini kita harus sadar bahwa spiritual
>adalah hanya spiritual yg berfocus pada pembinaan
>diri/Kebajikan.

meskipun kaum spiritual adalah pemikir2 langkah hidup kedepan , tetapi berandai andai tentang sikap dan tindakan yang akan diambil dalam suatu situasi yang belum dihadapi adalah sangat tidak bijak .
seperti kita ditanya " apa yang akan kamu lakukan jika kamu menemukan sekoppor duit di tengah jalan ramai ".?????
banyak kemungkinannya bukan , tidak mungkin kita memastikan karena kita tidak dalam situasi itu .

>
>Berarti kalau misalnya rumah kita kedatangan perampok
>bersenjata ya kita tinggal nunggu belas kasihan Shen
>yah?
>Atau anggap saja itu takdir.he..he..he.. ?
>
>Wah....untung ada putri cantik yg cium gue....
>akhirnya kodok berubah menjadi pangeran
>lagi..he..he..he..

biarpun seorang spiritual sejati juga tidak akan diam saja ,paling tidak bertahan dengan cara mengajak perampoknya berdamai , diajak bicara , dikasih makan , ditanya apa maunya , kalau minta duit ya dikasih kalau punya , minta harta ya dikasih kalau punya , kalau minta nyawa ya bertahan sebisa mungkin , ngak mampu menandingi ya lari , kalau terpaksa mati ya melawan sampai titik darah terakhir .
soal minta belas kasihan pertolongan Shen , kaum spiritual tentu lebih tahu batasannya apalagi kita kaum Siu Tao , sebelum terjadi ya bukan takdir .

>
>Salam Tao,
>Prince

Salam Tao juga
Blade_eye

[ Next Thread | Previous Thread | Next Message | Previous Message ]


Post a message:
This forum requires an account to post.
[ Create Account ]
[ Login ]
[ Contact Forum Admin ]


Forum timezone: GMT+7
VF Version: 3.00b, ConfDB:
Before posting please read our privacy policy.
VoyForums(tm) is a Free Service from Voyager Info-Systems.
Copyright © 1998-2019 Voyager Info-Systems. All Rights Reserved.