Show your support by donating any amount. (Note: We are still technically a for-profit company, so your
contribution is not tax-deductible.)
PayPal Acct:
Feedback:
Donate to VoyForums (PayPal):
| Tuesday, May 05, 3:53:08 | [ Login ] [ Contact Forum Admin ] [ Main index ] [ Post a new message ] [ Search | Check update time | Archives: 1, 2, [3] ] |
| Subject: Re: Jelasin lagi yah... | |
|
Author: Blade_eye |
[
Next Thread |
Previous Thread |
Next Message |
Previous Message
]
Date Posted: 14:16:22 04/07/06 Fri In reply to: Prince 's message, "Jelasin lagi yah..." on 11:55:58 04/07/06 Fri >Hello Blade.... > >>Tentunya sdr tahu , kaum yang mendalami spiritual >>tentunya bukan belajar untuk mengantisipasi untuk >>melawan / menghadapi persenjataan modern secara phisik >>, mungkin kaum spiritual jika terpaksa akan >>menghadapinya dengan cara sosial dan moral . > >Berarti spiritual hanya untuk spiritual dan sama >sekali tidak ada kaitannya dengan penggemblengan fisik >untuk hadapi kekacauan duniawi secara fisik ya ? >Berarti penyelesaian konflik versi spiritual sama >seperti kelompok HAM ya? Hello Prince . Menurut pendapat saya , kaum spiritual seharusnya memang hanya mendalami hal2 yang berhubungan dengan spiritual , mereka menghindarkan diri dari masalah2 yang bersifat konflik kekerasan baik itu bersenjata maupun tidak , soal penyelesaian bila terjadi konflik disamakan dengan kelompok Ham itu terserah yang melihat / menafsirkannya . > >>dalam sejarah setahu saya tidak ada kelompok kaum >>spiritual yang bisa menahan serbuan / penindasan >>pasukan suatu kerajaan / pemerintahan biarpun >>pasukannya hanya dengan persenjataan sederhana [ >>cerita serbuan pasukan kerajaan ke kuil Sauw Lim ] > >Ini bisa jadi acuan yah? Siauw Lim yg kuat saja tidak >mampu kog, apalagi kita-kita... :p >Eh.. apa ini bukannya satu bentuk pemikiran yg >pesimistis? soal contoh Sauw Lim hanya saya bandingkan saja , dengan persenjataan sederhana saja tak bisa dilawan , apa lagi dengan persenjataan modern. soal dijadikan acuan atau menjadi bentuk pemikiran pesimistis , tergantung masing2 daya tangkap yang membaca , kalau pengalaman sejarah dijadikan pelajaran toh tak ada salahnya . > >>dalam statement itu maksudnya adalah , zaman dahulu >>kebiasaan dalam suatu pasukan adalah kemenangan demi >>kemenangan menjadi ukuran kehebatan pasukan , tetapi >>bukannya menyadari bisa menghindari kesalahan2 kecil >>yang menjadikan bisa maraih kemenangan dalam >>pertempuran . >>merasa hebat kemudian tak sadar akan kemajuan >>kehebatan lawan yang menjadikan tonggak awal kekalahan > >Aduh.. maksudnya gimana nih ? Kasih contoh kongkrit >dong... diatas itu hanya menggambarkan sifat manusia yang mudah bersikap jumawa setelah mendapatkan kemenangan , entah itu dalam pertempuran entah itu dalam pertandingan , kemudian terlena tak melakukan perbaikan kekurangan , berpuas diri , merasa sudah cukup hebat tak ada lawan , hingga suatu saat baru tersadar kalau lawan ternyata hebat , tapi sudah terlambat dengan menelan kekalahan . > >>mungkin pasukan tibet waktu itu juga demikian , >>setelah menderita kekalahan demi kekalahan , moral dan >>nyalinya runtuh , melihat hal demikian demi >>mempertahankan Tibet dari pendudukan bangsa asing , >>Dailai Lama menggunakan keyakinan para umat tibet >>terhadap dirinya dengan memberikan pil kebal sebagai >>alat untuk mengobarkan semangat perlawanan melawan >>pendudukan , meskipun itu harus mengorbankan banyak >>nyawa manusia . >>Dailai Lama ingin menunjukan bahwa Tibet tidak tunduk >>kepada kaum penjajah asing , mungkin semangat yang >>dikobarkannya waktu itu adalah " daripada hidup >>terbelenggu menjadi budak penjajah , lebih baik mati >>menjadi manusia merdeka " . > >Sepertinya warga Tibet itu tidak mati menjadi manusia >merdeka... >Yg ikut perang memang mati, tapi yg hidup tetap >dijajah. >gue kira kalau mrk sdh tahu sebelumnya jika bakal >kalah, belum tentu mrk melawan dan mengorbankan jiwa >sia2. >Bisajadi mereka 'menyerah' dulu sambil menyususn >kekuatan. diatas kan saya awali dengan kata " MUNGKIN " dan asumsi saya dengan cara pandang positif saja , soal rakyat tibet waktu itu tetap dijajah , yah sejarahnya memang begitu , seandainya waktu itu menang mungkin cara pandang orang tentang apa yang dilakukan Dailai Lama juga berbeda , soal mereka sudah tahu atau belum tahu kalau bakal kalah , yah persoalannya kita tak tau situasi waktu itu , dan pemimpinnya bukan Prince jadi mereka tidak menyerah sambil menyusun kekuatan. > >>di DSM setahu saya tidak diajarkan belajar menahan >>benda tumpul atau tajam dengan phisik , dan tak ada >>metode2 belajar model macam begitu , yang ada belajar >>menjaga atau menjadikan phisik dan mental menjadi >>sehat , manusia yang sehat seutuhnya . > >Jadi batasan oleh fisik berhenti hingga tahap sehat >saja ya? >Soalnya ada yg pernah bilang kalau kita hrs selalu >mengembangkan penemuan2 baru, jangan puas dan mati di >satu titik. >Jadi gue pikir kalau puas dgn kondisi fisik yg sehat >adalah salah satu bentuk 'berhenti belajar'. Jasmani sehat sudah pasti keinginan semua orang , berpikir bisa selalu sehat itu berarti sudah tidak mati disatu titik , mengapa saya berpikir demikian karena cara berpikir agar tubuh sehat pada usia saya 15 th dengan cara berpikir agar tubuh sehat usia saya sekarang yang 50 th tidak akan sama , kalau sekarang ini cara berpikir saya tetap sama seperti 35th yang lalu ya itu namanya mati di satu titik , tak bergerak mengikuti perubahan , bisa mengikuti perubahan itulah yang namanya bisa membuka mata dan selalu belajar >Juga ada yg bilang kalau Siutao itu riset soal >kehidupan seutuhnya. Jadi asumsi gue yah termasuk alam >fisik. >Adalagi yg bilang kalau Siutao itu naluri manusia >untuk survive, harus siap menghadapi berbagai >tantangan hidup, jadi gue pikir ya termasuk konflik >fisik (jika terpaksa). memang benar apa yang anda katakan Siu Tao itu termasuk dalam perbaikan fisik , yang melakukan riset hanya orang2 tertentu yang mau menjalankan riset tidak semua orang yang Siu Tao melakukan riset , soal survive memang itu naluri kita manusia , kita Siu Tao diajarkan menyayangi nyawa dan hidup yang sulit didapat ,raga adalah perahu untuk sarana Siu Tao mencapai tujuan , kalau mereka yang Siu Tao sadar tentu akan menghindari konflik2 fisik yang tidak perlu , soal jika terjepit menjadi pilihan terakhir harus menghadapi itu persoalan lain , kan itu juga termasuk salah satu bentuk pengorbanan atau kewajiban , dari sikap hati untuk mencapai tujuan Siu Tao seperti Kwan Kong yang menjalankan CONG YI PAO KUO yang hidup pada zaman itu . >Tapi apakah memang kita tidak diajarkan perkuat fisik >untuk tahan pukul atau belum diajarkan atau kitanya >sendiri yg tidak mau mengembangkan ke arah sana? >Bagaimana dg kompresi dlm Jikung, apakah tidak bisa >diaplikasikan untuk tahan pukul? setahu saya di DSM tidak diajarkan untuk seperti itu seperti yang saya utarakan , entah jika yang anda dapat lain , kalau belum tentu ada keterangan kurikulum yang berjenjang yang belum saya ketahui, soal belajar Jikung badan menjadi sehat dan tahan pukul pada kadar terytentu ya , tetapi kan tidak dikatakan belajar Jikung untuk menahan pulukan . > >Kalau CC dan ULC jika benar2 dikembangkan apakah tidak >bisa jadi benar2 nyata hingga ada efek yg 'keras' thd >fisik seketika itu juga ? >Mulai ngelantur lagi nih.... :p Wah kalau sampai disini berbicara ini anda benar2 ngelantur , entar diomelin pejabat atas langit , jangan mancing2 ah , diskusinya didarat saja soal ini . > >Salam Tao, >Prince Salam TaO Kembali Blade_eye [ Next Thread | Previous Thread | Next Message | Previous Message ] |
| Subject | Author | Date |
| Sori kebablasen :p | Prince | 17:08:52 04/12/06 Wed |