Show your support by donating any amount. (Note: We are still technically a for-profit company, so your
contribution is not tax-deductible.)
PayPal Acct:
Feedback:
Donate to VoyForums (PayPal):
| Tuesday, May 05, 12:20:52 | [ Login ] [ Contact Forum Admin ] [ Main index ] [ Post a new message ] [ Search | Check update time | Archives: 1, 2, [3] ] |
| Subject: Membebek pada anti-bebekisme | |
|
Author: MasE |
[
Next Thread |
Previous Thread |
Next Message |
Previous Message
]
Date Posted: 01:02:15 10/22/05 Sat In reply to: Prince 's message, "Loh.. kog ad hominem ? :p" on 18:49:48 10/21/05 Fri >Nah ketangkep nih..... >Ternyata anda suka berprasangka!! he..he..he.. >Buktinya, anda belum tahu bebekisme versi gue, tapi >sudah judgemen kalau gue punya definisi bebekisme >pasti salah! > >Lebih parah lagi anda kaitkan pendapat gue secara >langsung dengan DSM, >Mohon dicamkan bahwa apa yg gue bilang adalah mewakili >diri gue pribadi dan pendapat gue pribadi. >Mungkin ada umat DSM yg berpendapat beda... >Payah nih..... anda sendiri yg jelasin ad hominem kog >sekarang anda yg ad hominem sih ? Bukan berprasangka tapi **menganalisa**. Penalaran anda tampak dari jawaban2 anda dan teman2 anda. Terlihat sekali bahwa kelompok DSM sangat anti terhadap kitab2 suci Tao sendiri, terhadap petunjuk2 yang tertulis maupun lisan yang berasal dari luar kelompok, akan tetapi ironisnya langsung menelan saja pendapat dari orang seperguruan/ senior/guru tanpa pemahaman yang menunjukkan bahwa ia bukan membebek. Bahkan istilah ‘membebek’ pun telah ditelan bulat-bulat tanpa dipikirkan dan direnungkan kembali. Antara lain bisa terlihat disini: Blade Eye : <a rel=nofollow target=_blank href="http://www.voy.com/160848/1/2487.html">http://www.voy.com/160848/1/2487.html</a> Wisper: <a rel=nofollow target=_blank href="http://www.voy.com/160848/2567.html">http://www.voy.com/160848/2567.html</a> Wisper : <a rel=nofollow target=_blank href="http://www.voy.com/160848/2590.html">http://www.voy.com/160848/2590.html</a> Kay : <a rel=nofollow target=_blank href="http://www.voy.com/160848/1/2521.html">http://www.voy.com/160848/1/2521.html</a> Liliana : <a rel=nofollow target=_blank href="http://www.voy.com/160848/2606.html">http://www.voy.com/160848/2606.html</a> Obelix : <a rel=nofollow target=_blank href="http://www.voy.com/160848/1/2463.html">http://www.voy.com/160848/1/2463.html</a> : “Membaca sebatas memahami dengan pikiran sadar tidak akan merubah karakter seseorang, hanya akan mengembangkan pemahaman intelektual, ogud kira anda setuju kan.... Inilah yg kadang beresiko mencetak "Pencuri Kebajikan". Salah satu alasan kelompok kami tidak menganjurkan pembinaan diri lewat baca kitab adalah untuk menghindari hal ini.” Dan jawaban2 anda (Prince) yg jelas terlihat dalam posting ini dan yg sebelumnya, semuanya mengindikasikan kesana. Disamping itu, di darat saya juga memiliki cukup banyak kenalan taoyu DSM tk.dasar, maupun senior yang saya selidiki ternyata mempunyai sindrom yang sama. Jadi jelas pernyataan saya bukan tidak berdasar dan bukan tanpa penyelidikan! Khusus bagi anda sendiri, rupanya salah menangkap pengertian tentang Ad Hominem. Pengungkapan semacam ini adalah bukan ad hominem! Coba pelajari lagi dan bedakan. Perhatikan anda menulis ini: “Bener sekali! Itulah sebabnya kami bahkan tidak membebek thd Kitab Tao” Makanya saya sudah bisa melihat bahwa anda salah mengerti / mengartikan tentang pembelajaran sehubungan dengan Kitab Tao. Makanya itu saya sarankan anda jangan negative thinking dulu kepada orang lain. Lebih baik anda memperbanyak meditasi anda >Nah... sekarang baru tanya... tapi tadi sudah >judgement... :p Saya tanyakan untuk mendapatkan definisi yang jelas dari anda adalah untuk memastikan bahwa anda tidak mengelak dan berkelit dibalik rimbunan komentar2 posting dari rekan2 lain yang sudah saya simpulkan. Dengan demikian maka diskusi akan menjadi tak terarah. >Bebekisme menurut gue, pribadi nih...bukan mewakili >DSM.... Oh, jadi tidak ada standar yg pasti tentang bebekisme menurut versi perguruan??? Hal itu menunjukkan bahwa guru anda sendiri tidak menjelaskan tentang bebekisme itu sendiri??? Pantas......... (kacau):p >Adalah sikap atau perbuatan atau tindakan atau ucapan >dll..dll... yang sekedar ikut2an tanpa tahu intinya! >Jadi semacam robot, tidak Wu. Coba lihat komentar Jacky dalam : <a rel=nofollow target=_blank href="http://www.voy.com/160848/2595.html">http://www.voy.com/160848/2595.html</a> “Dalam ajaran Tao kita mengenal teori Yin Yang. Tanpa keburukan tidak akan dikenal adanya kebaikan. Jika sudut pandang saya benar bukan mustahil San Mao itu adalah Pahlawan.” Ketika disanggah oleh Tebing ternyata si Jacky tidak mengetahui intinya yg sebetulnya telah diungkapkan oleh Tebing yaitu adalah keluar dari dualisme. Jelas bicara tentang Yin-Yang si Jacky tidak mengetahui intinya. Apakah ini bukan membebek dan merobot juga??? Yang jelas, asal muasal dari kekeliruan itu adalah karena tidak mempelajari terlebih dahulu kitab2 suci secara seksama. Jadi saya membantah argumen anda bahwa tidak membaca kitab berarti menjamin tidak membebek! (entah darimana dia membebek! Mungkin dari omongan seniornya yg juga salah kaprah dalam “wu” nya karena “terdogma” untuk tidak membebek :p) Blunder bukan?? See?? Jadi saya mengajukan premis bahwa “Wu” yang tidak dilandasi dengan pembelajaran bertahap (termasuk dengan membaca kitab suci) akan jauh lebih berdampak negatif daripada sekedar bebekisme. >Nah sekarang gantian anda yg definisikan bebekisme >menurut versi anda > >Thx, >Prince Menurut saya, bebekisme adalah seseorang yg secara ‘slavishly’ mengimitasi atau mengadopsi tingkah laku atau praktek dari orang lain sehingga tidak mengandung originalitas lagi. Catatan : ‘Slavishly’ = memiliki karakter sebagai budak / tunduk ; dalam kapasitas yg inferior ; mengimplikasikan kepatuhan dan kemenurutan. Dus, bebekisme itu sendiri bisa menjadi suatu ‘dogma’ yang diikuti oleh umat2 DSM secara membabi buta sebagai suatu bentuk kepatuhan kepada gurunya dengan menempatkan dirinya secara inferior thdpnya. Ketakutan yg berlebihan akan ‘bebekisme’ itu sendiri menyebabkan penuduhan bebekisme pada hal2 yg semestinya wajar dilakukan. Akibatnya, timbul penghindaran (avoidance) pada hal2 yg sebetulnya perlu dilakukan (misal: baca Kitab Tao). Jadi, yang saya permasalahkan adalah bahwa kepatuhan kalian pada dogma “anti-bebekisme” itu adalah bebekisme itu sendiri. Ironis bukan? Proses pembelajaran itu tidak mungkin dilakukan tanpa suatu proses kognitif (mis: menghafal) dan melalui simulasi/ imitasi / copycat. Baru setelah menelaah (analisa) kemudian muncul pendalami secara lebih baik (comprehension) dan pada akhirnya proses individuasi, barulah seseorang itu bisa mensintesa pendapat originalnya. Baru tahap terakhir itulah seseorang dikatakan “tidak membebek”. Jadi, apa salahnya seseorang yg baru belajar untuk melakukan proses kognitif dan copycat? Tahapan2 itu harus dilalui oleh seseorang tanpa perlu dijudge sebagai membebek! Membaca kitab suci, mendengarkan pendapat orang lain, dan sebagainya itu merupakan proses pengumpulan bahan2. Tanpa bahan2 bagaimana anda bisa mengolah (ie:wu) dengan baik?? Tanpa bahan-bahan yang baik tentu seseorang akan menghasilkan suatu kesimpulan yg keliru. Jelas bahwa bahan2 spt Kitab Tao itu adalah suatu bahan yg sudah diteliti dan diuji selama ribuan tahun oleh sesepuh Tao, jadi layak untuk dijadikan resource. Kitab2 Tao dan ajaran2 dari mainstream Taoism jauh lebih credible daripada hasil auto-didak seorang “Tao-jalanan” yg baru menempuh bbrp tahun saja akumulasi pengetahuan. [ Next Thread | Previous Thread | Next Message | Previous Message ] |
| Subject | Author | Date |
| Re: Membebek pada anti-bebekisme | jacky | 14:15:19 10/22/05 Sat |
| Belajar untuk rendah hati. | Prince | 14:40:31 10/23/05 Sun |
|
||