Show your support by donating any amount. (Note: We are still technically a for-profit company, so your
contribution is not tax-deductible.)
PayPal Acct:
Feedback:
Donate to VoyForums (PayPal):
| Tuesday, May 05, 12:22:30 | [ Login ] [ Contact Forum Admin ] [ Main index ] [ Post a new message ] [ Search | Check update time | Archives: 1, 2, [3] ] |
| Subject: Belajar untuk rendah hati. | |
|
Author: Prince |
[
Next Thread |
Previous Thread |
Next Message |
Previous Message
]
Date Posted: 14:40:31 10/23/05 Sun In reply to: MasE 's message, "Membebek pada anti-bebekisme" on 01:02:15 10/22/05 Sat Hi..... >Bukan berprasangka tapi **menganalisa**. Apakah anda yakin bahwa analisa anda sudah benar ? Ketika anda melihat dijalan ada seseorang bernama A memotong seseorang bernama B. Kemudian orang yg bernama B malah mencium dan bersyukur, bagaimanakah analisa anda? Bisajadi analisa anda akan bilang bahwa sosok A adalah orang kejam dan biadab dan sosok B adalah orang yg super baik! Padahal ternyata si B sebelumnya telah membantai keluarga si A dan si A membalasnya hanya dengan memotong tangan si B. Dan si B bersyukur karena tidak dibunuh. Analisan anda bisajadi meleset jauh ini karena anda tidak tahu kondisi yg sebenarnya. Nah kasus serupa sangat jelas tampak dalam analisa anda thd DSM. >Penalaran >anda tampak dari jawaban2 anda dan teman2 anda. >Terlihat sekali bahwa kelompok DSM sangat anti >terhadap kitab2 suci Tao sendiri, Ini bukti bahwa analisa anda keliru sekali. DSM tidak anti kitab Tao. DSM berpedoman pd Buku Kuning, gue yakin anda pernah baca! Disana tidak ada satu katapun yg mengindikasikan kalau DSM anti KItab Tao. Coba sekarang anda kutip salah satu kalimat di Buku Kuning tsb yg mengindikasikan kalau DSM anti Kitab Tao seperti analisa anda ? Jika tidak bisa, gue harap anda cukup satria untuk mencabut pernyataan anda kalau DSM anti KItab Tao! >yang tertulis maupun lisan yang berasal dari luar >kelompok, Sorri... bisa diberikan buktinya ? Jangan menuduh sembarangan... >akan tetapi ironisnya langsung menelan saja >pendapat dari orang seperguruan/ senior/guru tanpa >pemahaman yang menunjukkan bahwa ia bukan membebek. Sorri, sekali lagi anda melakukan kesalahan yg sangat fatal!!! Buktinya adalah: Karakter dan pendapat tiap Taoyu sangat berbeda2. Jika kita semua menelan, maka semua Taoyu pasti seragam. Kami terbiasa menjadi diri kita sendiri, bahkan Shen pun berani kami bantah! >Bahkan istilah ‘membebek’ pun telah ditelan >bulat-bulat tanpa dipikirkan dan direnungkan kembali. >Antara lain bisa terlihat disini: >Blade Eye : <a rel=nofollow target=_blank href="http://www.voy.com/160848/1/2487.html">http://www.voy.com/160848/1/2487.html</a> >Wisper: <a rel=nofollow target=_blank href="http://www.voy.com/160848/2567.html">http://www.voy.com/160848/2567.html</a> >Wisper : <a rel=nofollow target=_blank href="http://www.voy.com/160848/2590.html">http://www.voy.com/160848/2590.html</a> >Kay : <a rel=nofollow target=_blank href="http://www.voy.com/160848/1/2521.html">http://www.voy.com/160848/1/2521.html</a> >Liliana : <a rel=nofollow target=_blank href="http://www.voy.com/160848/2606.html">http://www.voy.com/160848/2606.html</a> sorri.... gue kesulitan nyarinya... Tolong dikutipkan saja, agar kita tahu apakah untuk kali ini asumsi anda benar. >Obelix : <a rel=nofollow target=_blank href="http://www.voy.com/160848/1/2463.html">http://www.voy.com/160848/1/2463.html</a> : >“Membaca sebatas memahami dengan pikiran sadar tidak >akan merubah karakter seseorang, hanya akan >mengembangkan pemahaman intelektual, ogud kira anda >setuju kan.... >Inilah yg kadang beresiko mencetak "Pencuri Kebajikan". >Salah satu alasan kelompok kami tidak menganjurkan >pembinaan diri lewat baca kitab adalah untuk >menghindari hal ini.” Sorri, disinilah tampak kelicikan anda (sorri) anda kutip hanya sepenggal... Coba baca ulang semua diskusi... Intinya adalah bahwa Kitab Tao itu untuk tingkat lanjutan, bukan untuk pemula.... >Dan jawaban2 anda (Prince) yg jelas terlihat dalam >posting ini dan yg sebelumnya, semuanya >mengindikasikan kesana. Sorri.. sekali lagi analisa anda melesat.... Tolong buktikan kalau gue salah.... Disamping itu, di darat saya >juga memiliki cukup banyak kenalan taoyu DSM tk.dasar, >maupun senior yang saya selidiki ternyata mempunyai >sindrom yang sama. Sorri.... ini tidak bisa dijamin kebenarannya... Anda baca tulisan Wisper ? Tanpak bahwa diapun suka baca Kitab. Ini bukti kalau Taoyupun baca Kitab, tapi tidak suka gembar-gembor.. >Jadi jelas pernyataan saya bukan tidak berdasar dan >bukan tanpa penyelidikan! Penyelidikan yg mana ? Bahkan anda melewatkan pesan yg tersirat dari sebagian Taoyu diforum ini.... >Khusus bagi anda sendiri, rupanya salah menangkap >pengertian tentang Ad Hominem. Pengungkapan semacam >ini adalah bukan ad hominem! Coba pelajari lagi dan >bedakan. Masa ? Bukankah menyinggung latar belakang seseorang (DSM) merupakan ad hominem. >Perhatikan anda menulis ini: >“Bener sekali! >Itulah sebabnya kami bahkan tidak membebek thd Kitab >Tao” >Makanya saya sudah bisa melihat bahwa anda salah >mengerti / mengartikan tentang pembelajaran sehubungan >dengan Kitab Tao. Ini satu bukti lagi bahwa analisa anda sangat salah... Membebek Kitab Tao beda dengan mempelajari Kitab Tao. Ini gampang banget kog... tolong sedikitlah rendah hati... Ketika anak TK bilang kalau 3 pangkat 3 adalah 27, maka kemungkinan besar dia membebek. Tetapi ketika anak SMA bilang hal serupa, kemungkinan besar dia tidak membebek. Kami terbiasa didik agar selalu rendah hati. Membaca Kitab pun tidak dipamerkan... Mengutip ayatnyapun tidak berani sembarangan.... Pengetahuan Kitab kami gunakan secara pribadi... Bukan untuk mengkritik atau menggurui orang lain... Atau mengejek mereka yg belum pernah baca Kitab.... Saran gue, tolong yg terlalu negatif thinking.. belajarlah untuk bisa berpikiran positif, minimal netral lah.... >Makanya itu saya sarankan anda jangan negative >thinking dulu kepada orang lain. Lebih baik anda >memperbanyak meditasi anda Terimakasih atas sarannya.... gue selalu berusaha untuk berpikiran positif. Dan jika anda juga bisa berpikir positif tentang DSM, maka mungkin anda akan banyak mendapatkan manfaat. >Oh, jadi tidak ada standar yg pasti tentang bebekisme >menurut versi perguruan??? Nah kembali anda salah asumsi..... Ini masalah posisioning dan ini hal utama dalam menganalisa masalah.... Kita belajar berhitung dari guru kita. Tetapi ketika mengerjakan soal, yg muncul adalah skill kita. >Hal itu menunjukkan bahwa guru anda sendiri tidak >menjelaskan tentang bebekisme itu sendiri??? >Pantas......... (kacau):p Sorri.. sekali lagi tampak kalau anda adalah orang yg merasa sdh hebat anda bahkan berani menulis (kacau)... gue bisa maklum... Tetapi beginikah sopan santun orang yg mengaku belajar Tao ? >Coba lihat komentar Jacky dalam : ><a rel=nofollow target=_blank href="http://www.voy.com/160848/2595.html">http://www.voy.com/160848/2595.html</a> >“Dalam ajaran Tao kita mengenal teori Yin Yang. Tanpa >keburukan tidak akan dikenal adanya kebaikan. Jika >sudut pandang saya benar bukan mustahil San Mao itu >adalah Pahlawan.” Sorri.. itu pendapat pribadi dia, silahkan dibahas dengan dia.... gue tegesin lagi yah.. bahwa di DSM tiap Taoyu mewakili diri pribadinya. Sepertinya gue sdh pernah jelasin, anda lupa, terlewat atau tidak mau tahu karena terlanjur berprasangka? >Ketika disanggah oleh Tebing ternyata si Jacky tidak >mengetahui intinya yg sebetulnya telah diungkapkan >oleh Tebing yaitu adalah keluar dari dualisme. Jelas >bicara tentang Yin-Yang si Jacky tidak mengetahui >intinya. Apakah ini bukan membebek dan merobot juga??? soal diskusi Jacky, sepertinya justru Tebing yg sudut membahas dari sudut beda.... Tebing bicara soal kesempurnaan. Jacky bicara soal trik duniawi... Biarkan mereka diskusi, nanti akan muncul arah yg mereka tuju. Target Tao adalah keluar dari Im Yang, itu adalah filosofi dasarnya... di DSM semua Taoyu mestinya tahu hal ini...oke... sdh jelas... Nah sekarang permasalahannya adalah Im Yang itu apa sih ? Keluar dari Im Yang itu yg gimana sih ? Tolong jelasin ke gue... >Yang jelas, asal muasal dari kekeliruan itu adalah >karena tidak mempelajari terlebih dahulu kitab2 suci >secara seksama. Sorri.. ini kan asumsi anda.... tolong deh jawab dulu soal Im Yang. >Jadi saya membantah argumen anda bahwa >tidak membaca kitab berarti menjamin tidak membebek! >(entah darimana dia membebek! Mungkin dari omongan >seniornya yg juga salah kaprah dalam “wu” nya karena >“terdogma” untuk tidak membebek :p) >Blunder bukan?? See?? Boleh tahu siapa yg anda maksud ? gue kah ? gue tidak pernah ngikut senior, semenjak Siutao gue dibebasin sama senior gue dan sekaranggue pun memberikan kebebasan berpendapat dan berekspresi kpd junior gue... Sekali lagi analisa anda keliru... >Jadi saya mengajukan premis bahwa “Wu” yang tidak >dilandasi dengan pembelajaran bertahap (termasuk >dengan membaca kitab suci) akan jauh lebih berdampak >negatif daripada sekedar bebekisme. Nah... kalau yg ini gue masih bisa ngerti.... gue juga pernah mikirin hal ini... dan gue sdh nemu jawabannya.... gimana kalau kita buat topik khusus bahas hal ini ? silahkan anda mulai...Jangan banyak2 topiknya biar fokus....sekalian gue test, siapa tahu jawaban gue salah... >Menurut saya, bebekisme adalah seseorang yg secara >‘slavishly’ mengimitasi atau mengadopsi tingkah laku >atau praktek dari orang lain sehingga tidak >mengandung originalitas lagi. >Catatan : ‘Slavishly’ = memiliki karakter sebagai >budak / tunduk ; dalam kapasitas yg inferior ; >mengimplikasikan kepatuhan dan kemenurutan. Definisi yg atas msh oke.... >Dus, bebekisme itu sendiri bisa menjadi suatu ‘dogma’ >yang diikuti oleh umat2 DSM secara membabi buta >sebagai suatu bentuk kepatuhan kepada gurunya dengan >menempatkan dirinya secara inferior thdpnya. Sorri... kalau yg ini menunjukkan kecerobohan dan sifat sok hebat dan sok tahu yg anda miliki.....he..he..he.. (jangan marah) Tapi tak apa... namanya juga msh sama2 belajar... Saran gue, lain kali berhati2lah mengemukakan pendapat dan mengkritik sesuatu... gue mulai ngerti kenapa Shan Mao memaki anda...he..he.he... Tapi gue tdk sependapat dgn makian untuk menyadarkan orang... >Ketakutan >yg berlebihan akan ‘bebekisme’ itu sendiri >menyebabkan penuduhan bebekisme pada hal2 yg >semestinya wajar dilakukan. Nah.. kembali anda melakukan analisa yg blunder.... Cobalah belajar untuk berpikir netral.... Akibatnya, timbul >penghindaran (avoidance) pada hal2 yg sebetulnya perlu >dilakukan (misal: baca Kitab Tao). Kembali analisa anda keliru....... anda mungkin tidak tahu bahwa setelah naik tingkat, ramai2 Taoyu mulai baca Kitab Tao. >Jadi, yang saya permasalahkan adalah bahwa kepatuhan >kalian pada dogma “anti-bebekisme” itu adalah >bebekisme itu sendiri. Ironis bukan? Nah kalau yg ini msh masuk akal..... Menghindari dogma kadang jadi dogma... Tetapi di DSM tidak pernah ada istilah bebekisme tuh... sepertinya anda yg bawa istilah tsb kesini.. :p Sekali lagi anda salah asumsi dan menuduh kalau di DSM ada dogma anti bebekisma.... Wah.. pantesan Shan Mao ngamuk2..... >Proses pembelajaran itu tidak mungkin dilakukan tanpa >suatu proses kognitif (mis: menghafal) dan melalui >simulasi/ imitasi / copycat. Baru setelah menelaah >(analisa) kemudian muncul pendalami secara lebih baik >(comprehension) dan pada akhirnya proses individuasi, >barulah seseorang itu bisa mensintesa pendapat >originalnya. Baru tahap terakhir itulah seseorang >dikatakan “tidak membebek”. gue ngerti yg anda maksud, tapi msh kurang 'dasar' gue siutao mulai dari yg lebih dasar lagi yaitu: 1. Sehatkan badan dulu agar bisa jalani hidup dengan baik. 2. Belajar hidup mandiri, jadi diri sendiri, rambu2nya adalah: belajar tidak menganggu/menyakiti orang lain (baik secara perkataan ataupun perbuatan) 3. Tahu posisi, tidak ceroboh mencampuri urusan orang lain, karena belum tentu asumsi kita benar (lihat contoh kasus potong tangan) >Jadi, apa salahnya seseorang yg baru belajar untuk >melakukan proses kognitif dan copycat? Betul sekali, dan justru kami mengawalinya lebih mendara lagi.... Sebelum bisa membaca, kita harus bisa mengenal huruf dulu kan... Sebelm mengenal huruf kita harus bisa melihat dulu kan ? Nah.. sadar dan tahu diri akan posisi itulah artinya 'melihat'. Berhati2lah.... banyak orang yg 'loncat' dan langsung membaca terjebak disini. >Tahapan2 itu harus dilalui oleh seseorang tanpa perlu >dijudge sebagai membebek! Betul....setelah bisa 'melihat' tentunya... Jika belum bisa 'melihat' maka akan muncul pribadi yg merasa sdh hebat, lebih baik dari yg lain dan senang menggurui. >Membaca kitab suci, mendengarkan pendapat orang lain, >dan sebagainya itu merupakan proses pengumpulan >bahan2. Tanpa bahan2 bagaimana anda bisa mengolah >(ie:wu) dengan baik?? Betul sekali..... gue sependapat.. ini tahap lanjutan setelah bisa 'melihat' dan bisa 'membaca' >Tanpa bahan-bahan yang baik tentu seseorang akan >menghasilkan suatu kesimpulan yg keliru. Yup...... dan kami biasa pakai Kitab sebagai semacam 'kalibrasi'. >Jelas bahwa bahan2 spt Kitab Tao itu adalah suatu >bahan yg sudah diteliti dan diuji selama ribuan tahun >oleh sesepuh Tao, jadi layak untuk dijadikan resource. Yup.... bener.... >Kitab2 Tao dan ajaran2 dari mainstream Taoism jauh >lebih credible daripada hasil auto-didak seorang >“Tao-jalanan” yg baru menempuh bbrp tahun saja >akumulasi pengetahuan. Eh.. bisakah dijelaskan siapa yg anda maksud dgn org Tao jalanan ? :p Pernah denger Tan Tek Siu ? Bagaimana pendapat anda tentang dia? gue jadi pingin tahu nih.. apa sih definisi agama menurut anda ? Khususnya Taoism. Ini hal yg sangat basic.... gue ingetin lagi, cobalah untuk sedikit rendah hati dan bisa menghargai orang/aliran lain. Sehingga tidak terpancing untuk menghakiminya. gue kira selain mewariskan Kitan Tao, para sesepuh Tao juga mengajarkan perilaku hidup rendah hati dan tidak ceroboh menghakimi orang lain. Thx, Prince [ Next Thread | Previous Thread | Next Message | Previous Message ] |
| Subject | Author | Date |
| Re: Belajar untuk rendah hati. | MasE | 23:54:51 10/23/05 Sun |
|
||