Show your support by donating any amount. (Note: We are still technically a for-profit company, so your
contribution is not tax-deductible.)
PayPal Acct:
Feedback:
Donate to VoyForums (PayPal):
| Tuesday, May 05, 3:49:22 | [ Login ] [ Contact Forum Admin ] [ Main index ] [ Post a new message ] [ Search | Check update time | Archives: 1, 2, [3] ] |
| Subject: Re: Akibat mimpi jadi kodok | |
|
Author: Blade_eye |
[
Next Thread |
Previous Thread |
Next Message |
Previous Message
]
Date Posted: 14:46:01 04/04/06 Tue In reply to: Tommy 's message, "Re: Akibat mimpi jadi kodok" on 13:15:07 04/03/06 Mon >Saya tergelitik untuk ikutan. > >"Bukan terlambat mengantisipasi perubahan , tetapi >sifat manusianya yang memang demikian , Jumawa , >sombong berpuas diri karena kehebatan diri sendiri , >tak mau menggali dan belajar lebih baik dan maju >.itulah sikap2 yang harus dihindari dari seorang >Taoist yang harus bersikap selalu tak pernah berhenti >untuk belajar ." > >Saya masih tidak menangkap mengenai statement diatas. >Pertanyaannya mungkin adalah bagaimana kaum spiritual >ini menghadapi persenjataan/teknologi maju saat ini? >Apakah memungkinkan dan adakah metode latihan yang >bisa digunakan - khususnya di DSM kita? > >Salam Tao >Tommy Salam Kembali Sdr Tommy . Tentunya sdr tahu , kaum yang mendalami spiritual tentunya bukan belajar untuk mengantisipasi untuk melawan / menghadapi persenjataan modern secara phisik , mungkin kaum spiritual jika terpaksa akan menghadapinya dengan cara sosial dan moral . dalam sejarah setahu saya tidak ada kelompok kaum spiritual yang bisa menahan serbuan / penindasan pasukan suatu kerajaan / pemerintahan biarpun pasukannya hanya dengan persenjataan sederhana [ cerita serbuan pasukan kerajaan ke kuil Sauw Lim ] dalam statement itu maksudnya adalah , zaman dahulu kebiasaan dalam suatu pasukan adalah kemenangan demi kemenangan menjadi ukuran kehebatan pasukan , tetapi bukannya menyadari bisa menghindari kesalahan2 kecil yang menjadikan bisa maraih kemenangan dalam pertempuran . merasa hebat kemudian tak sadar akan kemajuan kehebatan lawan yang menjadikan tonggak awal kekalahan . mungkin pasukan tibet waktu itu juga demikian , setelah menderita kekalahan demi kekalahan , moral dan nyalinya runtuh , melihat hal demikian demi mempertahankan Tibet dari pendudukan bangsa asing , Dailai Lama menggunakan keyakinan para umat tibet terhadap dirinya dengan memberikan pil kebal sebagai alat untuk mengobarkan semangat perlawanan melawan pendudukan , meskipun itu harus mengorbankan banyak nyawa manusia . Dailai Lama ingin menunjukan bahwa Tibet tidak tunduk kepada kaum penjajah asing , mungkin semangat yang dikobarkannya waktu itu adalah " daripada hidup terbelenggu menjadi budak penjajah , lebih baik mati menjadi manusia merdeka " . di DSM setahu saya tidak diajarkan belajar menahan benda tumpul atau tajam dengan phisik , dan tak ada metode2 belajar model macam begitu , yang ada belajar menjaga atau menjadikan phisik dan mental menjadi sehat , manusia yang sehat seutuhnya . Salam Tao Blade_eye [ Next Thread | Previous Thread | Next Message | Previous Message ] |
| Subject | Author | Date |
| Thanks | Tommy | 15:49:49 04/05/06 Wed |
| Jelasin lagi yah... | Prince | 11:55:58 04/07/06 Fri |
|
||