VoyForums
[ Show ]
Support VoyForums
[ Shrink ]
VoyForums Announcement: Programming and providing support for this service has been a labor of love since 1997. We are one of the few services online who values our users' privacy, and have never sold your information. We have even fought hard to defend your privacy in legal cases; however, we've done it with almost no financial support -- paying out of pocket to continue providing the service. Due to the issues imposed on us by advertisers, we also stopped hosting most ads on the forums many years ago. We hope you appreciate our efforts.

Show your support by donating any amount. (Note: We are still technically a for-profit company, so your contribution is not tax-deductible.) PayPal Acct: Feedback:

Donate to VoyForums (PayPal):

Tuesday, May 05, 3:53:07Login ] [ Contact Forum Admin ] [ Main index ] [ Post a new message ] [ Search | Check update time | Archives: 12[3] ]
Subject: Re: Yg ini gue setuju


Author:
Lilliana
[ Next Thread | Previous Thread | Next Message | Previous Message ]
Date Posted: 16:49:05 10/20/05 Thu
In reply to: Tebing Curam 's message, "Re: Yg ini gue setuju" on 15:47:28 10/20/05 Thu

Hi tebing curam,

cuma sekedar tambahkan dan sedikit koreksi. Sepertinya yg dimaksud prince itu guru bilang ayam tapi pas sudah beredar dari mulut ke mulut jadi bebek. Maksudnya maksud dan makna dari ucapan SF (misal A) sering berubah (jadi B, C, D )setelah transfer dari mulut ke mulut.

Hal seperti ini sering bisa menimbulkan salah pengertian dan aplikasi khususnya di lapangan.

>>Hi...
>>
>>Kabur kemana aja nih.....?
>>gue tahu apa yg anda maksud, ini masukan berharga.
>>Di DSM sering banget SF patahkan ego dan kemelekatan
>>muridnya dgn metode ini.
>>Sebenarnya Beliau menjawab suatu kasus kpd murid
>>tertentu.
>
>Seorang Guru Besar Dao akan menyadari bahwa dalam
>mendidik muridnya, itu tidaklah gampang. Tanggung
>jawab besar, murid salah jalan, Guru ikut
>bertanggung-jawab. Seorang Guru tak hanya mengajar
>saja, tetapi perkembangan bathin murid juga di ikuti,
>Guru tersebut harus menentukan "bahan" apa yg cocok
>untuk diberikan kepada muridnya, "bahan" apa yg cocok
>untuk digunakan oleh muridnya dalam membentuk dirinya
>sendiri, dan "bahan" yg berikan tersebut berbeda
>antara satu murid dengan murid lainnya, jadi tidaklah
>gampang untuk menjadi seorang Guru. Guru tidaklah
>membentuk murid, tetapi mengajarkan muridnya untuk
>membentuk dirinya sendiri dengan benar.
>
>Karena itu ada kalimat yg mengatakan, seorang Guru
>tidak sembarangan menerima murid, karena sekali
>diterima, tanggung-jawab Guru kepada si murid besar
>sekali, murid salah latihan, guru ikut bertanggung
>jawab.
>
>
>>Tetapi kadang ada murid lain yg mengutip kisah tsb
>>sebagai bahan inspirasi.Maksudnya tentu baik.
>>Kejadian terus berlanjut dan kadang ada penyimpangan
>>makna.
>>Tetapi itulah dinamika Siu Tao....
>>Ingat kisah murid Zen yg dipotong jempolnya oleh Sang
>>Guru ?
>>gue harap anda skrg sedikit ngerti benih
>>kesalahpahaman tentang DSM.
>>Secara intern SF sering ingatkan murid2nya tentang hal
>>ini.
>>gue inget dulu pernah dinasehati bahwa kadang bilang
>>ayam setelah sampai ke orang ke 4 dan ke 5 bisa
>>berubah jadi bebek.
>>Semua ada prosesnya, dan semua peristiwa pasti ada
>>hikmahnya.
>>
>>Thx,
>>Prince
>
>Seorang Guru tidak mengajarkan muridnya untuk membebek
>dan meniru apa yg dilakukan Gurunya, tidak mengajarkan
>murid untuk menjadi seperti Gurunya, tetapi jadilah
>diri sendiri, istilah "bebekisme" tidak ada dalam
>ajaran Daoism.

[ Next Thread | Previous Thread | Next Message | Previous Message ]

Replies:
Subject Author Date
Salah persepsiPrince18:51:48 10/20/05 Thu
    Re: Salah persepsiTebing Curam00:33:47 10/21/05 Fri


    Post a message:
    This forum requires an account to post.
    [ Create Account ]
    [ Login ]
    [ Contact Forum Admin ]


    Forum timezone: GMT+7
    VF Version: 3.00b, ConfDB:
    Before posting please read our privacy policy.
    VoyForums(tm) is a Free Service from Voyager Info-Systems.
    Copyright © 1998-2019 Voyager Info-Systems. All Rights Reserved.